4 Pertanyaan Alam Kubur Yang Kita Wajib Tahu

alam kubur

Ada kalanya, ketika musim Ujian Nasional Baik itu ditingkat SD, SMP maupun SMU terdengar bisik-bisik mengenai pertanyaan bocor. Berbagai respon dari para siswa dan orangtua. Ada yang begitu bersungguh mendapatkannya dan membuat persiapan sebelum masuk ke ruang ujian. Ada juga siswa yang mendapat pertanyaan-pertanyaan tersebut, tetapi tidak mempedulikannya, bahkan ada yang langsung tidak tertarik untuk mengambil tahu pertanyaan-pertanyaan tersebut. Ketika di dalam ruang ujian, ada yang bergembira karena telah siap dengan jawaban dan ada yang menyesal karena mengabaikan pertanyaan-pertanyaan bocor tersebut.

Kolom hadis kali ini akan membicarakan mengenai empat pertanyaan di dalam kubur yang telah “dibocorkan” oleh Rasulullah s.a.w melalui ungkapan beliau yang berarti

“Tidak akan beranjak kedua kaki setiap hamba (ke surga atau neraka) di akhirat nanti sampai ditanya tentang umurnya, ke mana dihabiskan. Ditanya tentang ilmunya, apakah yang diamalkan. Ditanya tentang hartanya, bagaimana cara memperoleh dan membelanjakannya. Dan ditanya tentang kesehatan tubuhnya, apa yang telah dilakukan dalam kehidupan. “(Tarmizi, no 2417)

Semoga kita memperhatikan dan mempersiapkan jawaban masing-masing dan berhasil lulus dengan cemerlang di akhirat nanti.

1. Kehidupan di dunia adalah waktu ujian dari Allah swt . Bila tiba waktunya , kematian menjelma tanpa diperlewatkan atau dipercepat walaupun sesaat . Persoalan pertama ini mengenai waktu yang kita gunaka saat hidup. mengenai usia yang diberikan olehNya akan ditanya kepada setiap insan lantas masing – masing menjawab dengan jawaban yang berbeda , berdasarkan cara tersendiri tentang bagaimana memenuhi periode tersebut . Ada yang pendek usianya , tetapi menjadi sangat bernilai karena diisi dengan lengkap ubudiyyah ( penghambaan ) kepada Allah swt . Ada pula yang panjang umurnya , tetapi menjadi sebab penyesalan yang tidak berkesudahan karena dipenuhi dengan penghambaan kepada hawa nafsu semata – mata . Golongan yang paling bergembira adalah di antara yang panjang usianya dan dihiasi dengan ketaatan kepada Yang Maha Esa . Semoga kita mampu menjawab pada saat itu dengan jawaban yang tepat

2.Pertanyaan kedua sangat menggetarkan hati khususnya golongan yang berilmu. Apakah yang telah diamalkan dari ilmu yang dimiliki? Peringatan yang sangat mengagumkan di dalam firman Allah:

“Amat besarlah kemurkaan Allah ketika kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu amalkan” (surah Ash-Shaff, ayat 3)

Buah kepada ilmu dan tanda ia bermanfaat kepada seseorang adalah ketika dipraktekkan. Para orientalis memiliki ilmu yang banyak tentang Islam, tetapi ia tidak akan menyelamatkan mereka di akhirat karena tidak diamalkan. Begitu juga para ulama ‘al-suu’ (ulama ‘yang jahat) yang selalu menggunakan agama untuk mengejar dunia dengan mendistorsi hukum hakam agama demi mencari ridha’ tuhan-tuhan ‘yang bukan Tuhan. Demikianlah iblis yang memiliki ilmu paling hebat mengenai surga, karena pernah menghuni dan merasakan nikmat di dalamnya, tetapi tidak menyebabkan amal yang membuktikan ketaatan kepada Allah. Ada pula yang ingin mengambil jalan mudah dengan tidak berusaha menambah ilmu, agar tidak dibebankan dengan pertanyaan ini, tetapi pada hakikatnya mengungkapkan diri kepada bahaya yang lebih besar yaitu sesat dalam kegelapan jahiliah.
Ya Allah, berilah kekuatan kepada kami agar selalu berusaha menambah ilmu agama dan anugerahkan kami kemampuan untuk mengamalkannya dengan penuh ikhlas dan istiqamah.

3. Pertanyaan ketiga mengenai harta. Ia memiliki dua anak pertanyaan, yaitu bagaimana cara memperoleh dan bagaimana cara membelanjakannya. Realitas dunia hari ini yang dikuasai kapitalis melahirkan segolongan manusia yang tidak memperdulikan halal dan haram di dalam mengumpulkan harta. Tujuannya hanyalah uang, setiap tindak tanduk diputuskan berdasarkan keuntungan uang, segala pengorbanan adalah demi uang, bahkan hidup matinya seolah-olah menghamba kepada uang. Golongan ini lupa untuk merealisasikan makna doa iftitah yang dibaca pada setiap rakaat pertama shalatnya. Sepatutnya segala-segala yang dilakukan adalah demi Allah, Tuhan semesta alam. Lantas suburlah budaya korupsi, pecah amanah, menipu dalam bisnis, lari dari utang, mencuri, merampok dan sebagainya. Alangkah ngerinya kondisi golongan ini ketika berada di dalam pengadilan Allah di akhirat kelak, apakah yang bakal dijawab oleh mereka? Pertanyaan susulan berikutnya adalah cara membelanjakan harta yang dimiliki. Ada yang begitu cermat memastikan hartanya benar-benar dari sumber yang bersih dan halal, tetapi lalai ketika membelanjakannya. Tanpa disadari, ia membeli hal-hal yang menjadi senjata musuh untuk merusak zuriatnya sendiri lalu menempatkannya di dalam rumah yang mereka diami. Ada kalanya, menggunakan harta yang halal, tetapi membawa anggota keluarganya ke tempat yang melalaikan mereka dari mengingat Allah. Semua ini bakal ditanya, persiapkanlah jawabannya

4. Pertanyaan terakhir berdasarkan hadis ini adalah berkenaan tubuh badan dan kesehatan yang diberikan oleh Allah. Banyak yang tidak menghargai kesehatan ketika mereka sehat bahkan jarang memuji Allah di atas nikmat ini. Tapi ketika jatuh sakit, secara tiba-tiba mereka menjadi orang yang selalu menyebut Allah dan bertekad untuk melalukan ketaatan setelah sembuh. Demikianlah sakit, satu penghargaan yang sangat baik dari Allah, tanda kasihNya kepada hambaNya. Justru, hargailah nikmat tubuh ini dengan menggunakannya semaksimal untuk melakukan investasi yang profitnya akan digunakan untuk ‘shopping’ di akhirat nanti.

Tangan Dan Kaki Bicara

Di dalam surah Yaasin, Allah menceritakan suasana di akhirat nanti di dalam firmanNya yang berarti:

“Pada hari ini Kami tutup mulut-mulut mereka, dan tangan-tangan mereka akan berbicara (mengakui segala praktek yang dilakukan di dunia) serta kaki-kaki menjadi saksi di atas apa yang telah mereka lakukan” (Surah Yaasin, ayat 65)

Ketika itu, mulut yang sangat petah berkata-kata tidak mampu memberi alasan dan melepaskan diri lagi sebagaimana di dunia dahulu. Mulut terkunci rapat dan tugas menjawab ditransfer ke seluruh anggota tubuh lain lalu mengakui satu persatu amal baik dan buruk ketika di dunia dahulu tanpa tertinggal sedikitpun, sehingga akhirnya menempatkan mereka ke tujuan terakhir apakah di surga maupun neraka.

Demikianla 4 bocoran pertanyaan yang harus kita jawab saat kita mati kelak, semoga kita bisa lolos dengan mempersiakan sejak dini. Karena orang cerdas adalah mereka yang selalu ingat akan kematian