6 Tindak Pidana Bagi Pengguna Media Sosial Jika Lengah Dan Lalai


Era sekarang hampir seluruh orang menggunakan media sosial, namun tak semuanya paham dengan apa apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di media sosial. Akibatnya banyak pengguna media sosial berakhir di penjara hanya karena tak memahami hal-hal yang dilarang oleh hukum saat menggunakan media sosial.

Divisi Humas Polri kembali menjelaskan sosialisasi undang-undang RI nomor 11 tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 27. Menurut pasal tersebut sedikitnya ada 4 poin yang dilarang selama menggunakan media sosial.

1. Konten yang mengandung melanggar kesusilaan.

Dalam ayat pertama, pasal 27 tentang UU ITE tersebut dikatakan melarang orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan. Misalnya seperti mengunggah foto atau video porno ke media sosial, apalagi penyebaran gambar atau video tersebut disertai ancaman. Sudah tentu kamu bisa dijerat pasal berlapis.



2. Konten yang memiliki muatan perjudian.

Adapun ayat kedua menjelaskan setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian, maka hal tersebut dianggap melanggar undang-undang. Misalnya menyebarkan platform yang bisa digunakan untuk berjudi, baik online maupun offline. Togel, Tebak Nomor serta taruhan menjadi salah satu bentuk perjudian. Awas lho hati-hati!


3. Konten yang memiliki muatan penghinaan atau pencemaran nama baik.

pencemaran nama baik.Ayat ke tiga mengatakan bahwa setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik. Misalnya saja kamu membuat foto seseorang kemudian membuatnya menjadi bahan lelucon namun mengandung unsur penghinaan. Hati-hati, kamu bisa terkenal pasal UU ITE jika orang yang kamu jadikan bahan lelucon menuntutmu ke pengadilan.


4. Konten yang memiliki muatan pemerasan atau pengancaman.

Sedangkan ayat terakhir menjelaskan bahwasannya setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan pemerasan dan/atau pengancaman, maka juga akan dijerat dengan pasal ini. Contohnya saja kamu mengirim ancaman ke rekan atau orang yang kamu benci melalui media sosial, kamu bisa jadi dituntut jika orang yang kamu ancam merasa keselamatannya terancam.

Dan yang paling penting untuk diketahui bahwasannya ketentuan pidana yang akan diterima pelanggarnya, merujuk pada Pasal 45 ayat 1, setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4), akan dipidana dengan pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)

5.Penebar Kebencian di Media Sosial

Bagi mereka yang biasa ceplas-ceplos di media sosial, kini perlu lebih hati-hati. Penebar kebencian melalui berbagai media, termasuk media sosial, bisa diancam pidana jika tidak mengindahkan teguran dari kepolisian

6.Mengejek Guru di Jejaring Sosial

Pencemaran nama baik diatur dalam Buku Kedua Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”) tentang kejahatan, khususnya dalam Pasal 310 KUHP, bukan diatur dalam Buku Ketiga KUHP tentang pelanggaran. Jadi, menjawab pertanyaaan Anda, perbuatan tersebut digolongkan sebagai tindak pidana kejahatan, bukan tindak pidana pelanggaran

sumber: berbagaimacam

Add Comment