Azab Buat Orang Yang Menimbun Harta

kaya benaran atau

ORANG-ORANG YANG MENIMBUN HARTA..

Khotbah Jumat kemarin nyindirnya kena di hati, khotib menyampaikan isi Al Quran surat Al Humazah..
“Celakalah para pengumpat dan pencela. Yang mengumpulkan (MENIMBUN) HARTA dan menghitung-hitungnya. Dia mengira HARTANYA ITU DAPAT MENGEKALKANNYA. Sekali-kali tidak, dia akan dilemparkan ke dalam huthamah. Dan tahukah kamu apa huthamah itu?…
Yaitu Api yang disediakan Allah yang dinyalakan…
Yang membakar sampai ke hati..
Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka..
Sedang mereka itu diikat pada tiang-tiang yang panjang…”

Fiuuuh!
Langsung kita ambil kaca masing-masing, apakah kita termasuk orang yang menimbun harta, sangat sayang harta berlebihan, seolah-olah harta itu kita siapkan untuk menjamin kaya raya seumur hidup bahkan kekal selamanya?

Gak peduli sumbernya darimana..
Harta haram pun disikat dengan rakusnya!
Nilep, ngemplang, korupsi, nyuap, mark up.. Aah lezattt sekali rasanya!

Timbun aset dengan utangan riba! Rumah, tanah, ruko, mobil dimana-mana, seolah-olah kelihatan kaya, padahal jadi budak utang riba selamanya..

Ciri lainnya apa? Jika kita sudah tidak mau berbagi untuk orang yang membutuhkan! Kita punya sifat egois tingkat tinggi!
Hartaku adalah hartaku! Peduli setan dengan orang lain..
“Aku kerja kerasss mati-matian, kamu cuman tinggal minta! Enak benerrr.. Kerja doong!”

Padahal belum tentu yang datang kepada kita adalah orang malas yang tidak mau kerja, bisa jadi mereka adalah orang yang pantang meminta-minta, tapi Allah sengaja hadirkan di depan mata kita untuk MENGUJI.. Apakah kita pendusta agama atau bukan?

Whooottt!
Pendusta agama? Gimana tuh?
Jawabannya ada di Al Quran Surat Al Maun:
“Tahukah kamu siapa orang yang MENDUSTAKAN AGAMA?
Itulah orang yang MENGHARDIK ANAK YATIM..
Dan tidak menganjurkan MEMBERI MAKAN ORANG MISKIN..
Maka CELAKALAH orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari sholatnya, orang-orang yang berbuat riya’, dan ENGGAN MENOLONG dengan barang yang berguna..”

Kita sholat, tapi gak peduli dengan anak yatim, orang miskin, enggan menolong orang lain, maka jidat kita dicap sebagai PENDUSTA AGAMA..

Ambil kaca lagi..
Mobilnya sih kayaknya mewah, ternyata hanya kreditan dengan akad riba.
Makan di restoran sok gaya, bayarnya ngutang pakai kartu kredit!
Sok kaya liburan kemana-mana, beli tiketnya pakai Kredit Tanpa Agunan, atau Kredit Multi Guna, nikmati sekarang.. Bayar riba selamanya..
Gadged baru dielus-elus siang malam, belinya pun pakai cicilan bank..

Giliran ada anak yatim di dekat rumah kita ada yang gak mampu bayar sekolah, kita cuek bebek tiba-tiba merasa ikutan miskin karena cicilan tersebar dimana-mana..

Ada duafa yang beras saja tidak punya, dan kita tau di depan mata, tiba-tiba kita merasa lebih miskin dari mereka karena surat tagihan utang menumpuk di beranda!

Salah siapa?
Gaya hidup sok kaya di luar kemampuan membuat hati miskin, semiskin-miskinnya, mencintai harta berlebihan karena merasa hidupnya penuh tekanan karena tagihan! Mematikan nurani untuk berbagi..

Sayapun mengambil kaca lagi pagi ini..
Mencari-cari stempel “Pendusta Agama” yang mungkin semalam dipasangkan malaikat di jidat saya ini…

Salam,
@Saptuari

Sumber : Group Beajar Wirausaha Bersama Saptuari