Heboh! Dua Penumpang Diamankan Gara-gara Melecehkan Pramugari Garuda

Mulutmu harimaumu, itulah kata-kata yang harus selalu diingat setiap orang. Hati-hati dengan apa yang kamu ucapkan atau bisa-bisa masalah menimpamu. Kasus kali ini bisa jadi pelajaran bagi setiap orang bahwa apapun yang kamu katakan pada orang lain bisa menjadi bumerang bagimu. Apalagi kalau itu adalah kata-kata yang melecehkan.

Beberapa waktu lalu, muncul sebuah postingan di sosial media tentang tiga orang penumpang yang ditahan petugas bandara karena melecehkan seorang pramugari. Niatnya sih bercanda, tapi apa yang para penumpang pesawat ini anggap sebagai guyonan belaka ini memang tidak lucu bagi orang lain. Akibatnya mereka harus berurusan dengan para petugas bandara.
Bermula dari Pramugari yang Menawarkan Minuman Untuk Seorang Penumpang

Dalam postingan sosial media bernama Mahdi Abdillah, diceritakan bagaimana awal mula peristiwa itu terjadi. Dalam penerbangan GA 216, seorang pramugari menawarkan minuman kepada salah seorang penumpang. Penumpang tersebut kemudian menjawab ingin susu.

status-asli

Captai dan FSM kemudian langsung menginterogasi dua penumpang tersebut selama penerbangan. Selanjutnya ketika pesawat telah mendarat di Yogyakarta, ternyata pintu pesawat sudah dijaga oleh beberapa petugas pengaman bandara. Kedua penumpang yang melakukan pelecehan seksual secara verbal tersebut langsung ditangani oleh petugas Avsec (aviation security) dan tim Garuda Indonesia di Yogyakarta.

Penumpang Tersebut Akhirnya Mengakui Kesalahan dan Minta Maaf

VP Corporate Communication Garuda Indonesia, Benny S Butarbutar sangat menyesalkan adanya kejadian ini. Pramugari sedang mengerjakan tugasnya di dalam pesawat dengan sebaik mungkin. Jadi keramahaan mereka juga tidak seharusnya disalahartikan dengan sembarangan.

Pelaku

Proses penyelesaian masalah dilakukan dengan diskusi antara awak kabin dengan didampingi oleh Captain, FSM dan perwakilan Garuda Indonesia. Kedua penumpang merasa tidak tahu dan mengaku bersalah. Mereka akhirnya juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas tindakan yang memalukan tersebut.

Sumber : Boombastis.com