KH Arifin Ilham: "Pendakwah Tak Pantas Meminta Tarif"..!!! Silahkan Dibagikan…!!!


Dalam berdakwah, seseorang ulama atau ustad tidak pantas untuk
menetapkan tarif dalam setiap dakwahnya. Seperti tersebut yang
diungkapkan oleh ustad Muhammad Arifin Ilham. Menurut dia, ustad yang
menempatkan tarif akan hilang kemuliaan dan wibawanya dan dakwahnya akan
jadi tumpul serta tidak dapat menyentuh hati beberapa mustami’.


Pernyataan pimpinan majelis Adz Dzikra ini adalah jawaban dari salah
seseorang netizen yang mempertanyakan mengenai hukum juru dakwah yang
memohon bayaran.


Ustad Arifin lalu mengawalinya dengan membacakan Al Qur’an surat Yasin ayat 21 yang berarti :


“Ikutilah mereka yang berdakwah yg tidak minta ganjaran (tarif) padamu,
merekalah juru dakwah yang di beri hidayah Allah. ” (QS Yasin 21)


Tidak hanya Allah saja yang mengecam perbuatan juru dakwah yang lebih
mengutamakan dunia dari ilmunya itu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
Wasallam juga sudah memberi ancaman yang tertuang dalam hadistnya.


“Barang siapa menuntut pengetahuan, yang semestinya ia tuntut hanya
mencari ridho Allah, tetapi ternyata ia menuntutnya hanya mencari
keuntungan dunia, jadi ia akan tidak memperoleh aroma wanginya surga
pada hari kiamat. ” (HR Abu Dawud, Ahmad dan Ibnu Majah)


Lain perihal bila di beri oleh latar belakang mereka yang mengundang,
jadi hal itu dapat di terima serta digunakan untuk jalan kebaikan
seperti untuk menghidupi pesantren maupun anak yatim. Yg tidak bisa
yaitu menempatkan tarif untuk setiap dakwahnya.



Fenomena gunakan tarif ini memanglah jadi hal yang kerap kita saksikan,
baik ustad yang ada di tv ataupun ustad yang seringkali isi beragam
tabligh akbar di kampung-kampung. Lantaran hal tersebut banyak dari
orang-orang yang kecewa serta terasa kalau ustad itu sudah menggadaikan
agama cuma untuk lembaran rupiah.

Ketahuilah kalau Rasulullah sendiri tidak cuma berdakwah, tetapi
berdagang hingga ia tidak cuma mulia dihadapan Allah, tetapi juga mulia
dalam pandangan manusia. Untuk Rasulullah, berdakwah tidaklah satu
profesi yang membuahkan duit, tetapi satu amal mulia tidak dapat
dibanding dengan hal duniawi.

Sesaat Rasulullah menghidupi dianya dari perdagangan serta hal itu lebih
mulia serta barokah. Karenanya ustad Arifin Ilham demikian menyayangkan
pada ulama atau juru dakwah yang cuma mempunyai pendapatan dari dakwah
tanpa ada menginginkan lakukan usaha yang lain dan menempatkan tarif
atas dakwahnya itu.

Semoga beberapa juru dakwah dapat tersadar tidak untuk mengkomersilkan nilai agama hanya untuk dunia semata.

Wallahu A’lam

CAR,FOREX,DOMAIN,SEO,HEALTH,HOME DESAIN

Add Comment