Menghadapi Lima Masalah Tingkah Laku Pada Remaja

Menghadapi Lima Masalah Tingkah Laku Pada Remaja – Semua orangtua, termasuk Anda, harus memaklumi mereka. Anda pernah jadi remaja juga, tho ? Remaja mana pun tidak akan mau diatur dengan ketat, seperti ketika mereka masih kanak – kanak.

Ilustrasi Orang Tua Mendidik Anak – Anaknya ( Foto @U-report )

Malah kalau bisa, para remaja itu “memecat” orangtua mereka dan kembali “memperkerjakan” orangtua beberapa tahun kemudian dengan peran yang berbeda. Remaja ingin agar orangtua menjadi konsultan untuk mereka, bukan manajer.

Karena itu, ada baiknya Anda tahu bagaimana menghadapi masalah – masalah remaja. Ada lima masalah utama. Jika Anda tahu trik – triknya, semua akan berjalan lancar dan semoga akan berakhir bahagia. Dan berikut ini tips atau kiatnya.

Masalah 1 ( Anak Remaja Anda Kelihatannya Sangat Membenci Anda )
Hari ini, anak Anda yang biasanya bertingkah laku penurut meminta Anda untuk menemani dalam piknik sekolah. Hari berikutnya, ia memperlakukan Anda seperti musuh. Tidak mau mendengar apa yang Anda katakan. Mengejek apa yang Anda usulkan.

Solusi : Kadang orangtua merasa sangat sakit hati dengan perlakuan anak remajanya. Sebenarnya jangan sampai orangtua merasa seperti itu. Anak remaja teta[ menyadari bagaimanapun mereka masih membutuhkan orangtua, walau tidak akan mengakuinya.

Sebagai orangtua, Anda harus tetap tenang dan mencoba untuk meredakan tingkah laku seperti itu, yang biasanya akan hilang dengan sendirinya ketika menginjak usia 16 atau 17 tahun.

Walau demikian, Anda tidak bisa membiarkan mereka bertingkah seperti itu, Anda tetap harus menentukan standar tingkah laku anak kepada orangtua. Salah satu yang terbaik adalah mengatakan : “Jika kamu tidak bisa berkata – kata dengan sopan, lebih baik diam saja.”

Masalah 2 ( Alat Telekomunikasi Menguasai Mereka )
Ironis memang. Dengan alat telekomunikasi yang ada, anak remaja dapat mengirim SMS dan menelepon, namun mereka justru malah semakin tidak komunikatif, setidaknya dengan orang rumah.

Di zaman sekarang, melarang remaja untuk tidak memiliki ponsel sangatlah tidak realistis. Menjalin hubungan dengan teman melalui alat – alat itu sangatlah penting untuk para remaja.

Solusi : Perhatikan dengan sungguh – sungguh. Jika anak remaja Anda melakukan semua tugas di rumah, nilai di sekolah bagus, dan masih bergabung dengan kegiatan keluarga, tidak ada alasan Anda melarang mereka menggunakan ponsel.

Oke juga untuk menentukan batasan penggunaan, misalnya tidak mengirim SMS ketika makan malam. Beberapa orangtua tidak mengizinkan ada komputer di ruang tidur anak – anaknya karena akan semakin sulit untuk mengawasi penggunaanya.

Satu cara agar mereka terbatas dalam menelpon lewat ponsel adalah dengan meminta mereka membeli pulsa sendiri. Mungkin Anda bisa meminta anak Andauntuk membeli pulsa dari sebagian uang jajan harian. Itu akan membuat mereka berpikir dua kali bila akan berlama – lama menghabiskan waktu bertelepon ria dengan teman.

Pengawasan penggunaan komputer harus lebih diketatkan jika anak remaja Anda memiliki jejaring sosial.

Masalah 3 ( Keluar Rumah Hingga Larut Malam )
Sudah hampir pukul 11 malam dan putri Anda belum juga pulang dari acara jalan – jalan ke mall dengan teman – temannya ? Ingatlah, salah satu kesukaan remaja adalah menguji batas kesabaran orangtuanya.

Solusi : Lakukan sedikit riset sebelum memaksakan putri Anda untuk pulang tepat waktu. Sebab, bisa saja alasan yang Anda miliki tidak masuk akal. Telepon orangtua yang lain dan tanyakan pukul berapa paling malam mereka mengharuskan anaknya sudah ada di rumah.

Jika anak Anda memilih untuk berlama – lama di luar rumah karena tidak merasa bahagia di rumah, Anda harus mengajak mereka berbicara. Cari penyebab mengapa mereka merasa seperti itu.

“Jam malam” tetap harus ditentukan. Sekali Anda menentukannya, Anda harus bersungguh – sungguh.

Masalah 4 ( Bergaul Dengan Anak – Anak Yang Tidak Anda Sukai )
Anda merasa “ngeri” setiap kali melihat anak Anda masuk rumah diiringi teman – teman atau sangat ribut. Apakah Anda harus diam saja atau bertindak ?

Solusi : Anak yang berpakaian aneh, bertingkah kasar, pakai tindik di mana – mana, dan bisa tetap menjadi anak yang baik adalah mereka yang biasa menasihati orangtuanya untuk tidak melihat “kulit luar” seseorang, misalnya dari pakaian. Sebab, menurut mereka, jika Anda mengkritik penampilan teman – temannya, berarti Anda juga mengkritik anak Anda.

Lain halnya jika Anda tahu bahwa anak Anda bergabung dengan sekelompok pemuda berandalan, yang sehari – hari hanya sibuk minum alkohol dan bolos sekolah. Itulah saatnya Anda harus bicara.

Tanpa harus membuat mereka menjadi defensif, katakan bahwa Anda sangat khawatir karena bergaul dengan kelompok tersebut. Anda mungkin tidak dapat melarang dengan siapa mereka bergaul, Namun Anda bisa melakukan intervensi.

Masalah 5 ( Semuanya Adalah “Drama” )
Semua hal kecil tampaknya dengan mudah membuat putri Anda marah. Dan semakin Anda berusaha untuk menolong, semakin banyak teriakan atau bantingan pintu yang terjadi.

Menjadi remaja salah satunya adalah selalu merasa intens. Jadi, apa yang menrut Anda sangat sepele, Akan berarti sangat penting untuk remaja.

Solusi : Orangtua cenderung menganggap remeh hal – hal yang dianggap penting oleh remaja. Yang akan terjadi adalah remaja putri akan merasa tidak dimengerti dan kemudian berhenti bercerita apa saja yang terjadi pada dirinya kepada Anda.

Hal penting untuk putri Anda saat ini adalah sahabatnya bermain mata dengan pacarnya. Anda harus menganggapinya dengan serius. Jangan memberi nasihat, apalagi mengatakan bahwa suatu hari putri Anda akan menemukan betapa bodohnya asmara di sekolah.

Dengarkan saja dan bersimpati. Letakkan diri Anda pada posisi putri Anda, sebab Anda pasti pernah juga mengalaminya.

Nah, itulah sobat cara menghadapi 5 Masalah tingkah laku yang sering terjadi pada remaja. semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan kita semuanya 🙂 Terima Kasih

Add Comment