Pengertian Seni Rupa Beserta Penjelasannya

Seni rupa adalah salah satu cabang seni yang menghasilkan sebuah karya dengan media, dan ditangkap oleh mata serta dapat dirasakan oleh rabaan. Kesan ini terjadi dengan cara mengolah konsep pada bidang, garis, bentuk, warna, volume, cahaya, dan tekstur dengan mengacu kepada estetika.

Macam-Macam Seni Rupa

Seni Rupa Tradisional

kairalitours.blogspot.com

kairalitours.blogspot.com

Kata tradisional berasal dari kata “tradisi” yang mempunyai arti bahwa suatu kelompok, atau lembaga, kebiasaan, artefak, ataupun perilaku yang didasari oleh hukum-hukum atau aturan maupun norma tertentu yang tertulis maupun tidak tertulis dan dapat diturunkan secara turun temurun dari suatu generasi ke generasi selanjutnya.

Seni rupa tradisional ini berkaitan dengan nilai-nilai yang ada dalam komunitas masyarakat tertentu dan dijaga kemurnian serta keutuhannya secara turun-temurun. Ada beberapa jenis yang masuk dalam kesenian ini diantaranya adalah ukiran Toraja, patung suku Asmat, batik tulis keraton, dan lain sebagainya.

Tidak hanya itu, landasan dan nilai filosofi yang ada di dalam karya seni rupa tradisional ini tidak akan berubah dari masa ke masa.

Bentuk seni rupa tradisional ini diciptakan dan dibentuk kembali dan harus mengikuti aturan yang sangat ketat berdasarkan sistem yang sesuai dengan keyakinan tertentu. Istilah seni rupa yang ada di negara Eropa dianggap sebagai otoritas bagi para bangsawan, raja, dan para penguasa agama (gereja).

Nah, biasanya kebanyakan dari seniman itu menciptakan sebuah karya seni berdasarkan keinginan ataupun selera yang sudah ditetapkan.

Dari pengertian seni tradisional di atas diketahui ternyata di Indonesia terdapat macam-macam karya seni rupa. Terutama karya seni kriya, karena karya seni ini dapat dijumpai hampir disetiap daerah kepulauan Nusantara, dan metode pembuatannya seni ini hampir tidak ada perubahan semenjak pertama kali diciptakan.

Karya seni rupa pada umumnya dapat ditemuka di daerah yang masih erat memegang norma atau adat istiadar yang diwariskan para leluhurnya. Hanya saja ada yang mengalami perubahan dari seni kriya ini adalah fungsi dari benda-benda yang dihasilkan, baik itu benda hias, pusaka, dan cindera mata.

Contoh dari hasil seni rupa tradisional:

Lukisan, Patung, Kriya, Terapa, dan Grafis.

Seni Rupa Modern

pri.org

pri.org

Seni rupa modern ini diproduksi pada akhir abad ke-19 hingga sekitar tahun 1970-an.

Seni rupa modern ini memiliki gaya atau metode baru dalam hal pendekatan dalam seni yang tidak mementingkan subyek tertentu. Contohnya adalah penemuan fotografi yang mengakibatkan fungsi penggambaran dalam seni menjadi absolut.

Dalam hal ini para seniman bereksperimen untuk mengekplorasi cara baru dalam memandang sesuatu dengan ide yang segar tentang alam, material, dan fungsi yang seringkali melaju ke arah yang abstrak.

Modernisme adalah suatu aliran pembaharuan seiring dengan perkembangan desain yang disertai seni rupa pada umumnya menjelang abad ke-20. Pada perkembangan di akhir modernisasi, cenderung mengangkat fungsi menjadi nafas utama dalam paham ini.

Hal ini dibuktikan dengan hanya menampilkan bentuk yang sangat kering,kaku, dan mengakui seni sebagai “Manusia Jenius”. Biasanya dalam seni rupa modern sebuah karya akan ditampilkan nama senimannya.

Seni rupa modern ini cenderung menampilakn kesederhaan yang bersifat menyeluruh. Seniman modern menjadikan dunia yang dihadapi ini sebagai obyek lukan yang seolah-oleh obyek tersebut baru diciptakan. Salah satu hal yang harus ada dalam seni modern ini bahkan menjadi ciri khasnya yaitu “kreativitas”.

Contoh hasil seni rupa modern:

Lukisan, Patung, Kriya, Terapa, dan Grafis

Seni Rupa Kontemporer

pbs.org

pbs.org

Seni rupa kontemporer adalah sebuah istilah untuk karya seni rupa masa kini. Kontemporer berarti kekinian atau lebih tepatnya seni rupa yang kondisi dan waktunya sama dengan sekarang. Kesimpulannya adalah seni rupa ini tidak terikat oleh zaman dan selalu mengikuti aturan dengan seiring berjalannya waktu.

Lukisan kontemporer adalah sebuah karya yang tematik merefleksikan situasi waktu yang sedang terjadi. Contohnya lukisan yang tidak terikat pada Rennaissance. Begitu juga dengan tarian, lebih modern dan kreatif. Kata “kontemporer” berasal dari kata “co” (bersama) dan “tempo” artinya (waktu).

Sehingga menegaskan bahwa seni rupa kontemporer untuk merefleksikan situasi dan kondisi yang sedang dialui, selain itu juga sebagai bentuk perlawanan tradisi modernisme dari Barat.

Seni rupa kontemporer sebagai pengembangan dari wacan pasca modern dan pasca kolonialisme yang teruus berusaha wacana munculnya indigenous art (seni pribumi) atau yang disebut sebagai khasanah seni lokal yang menjadi tempat tinggalnya para seniman.

Sesuai dengan kamus umum bahasa Indonesia terdaoat tiga leksikal mengenai kata kontemporer.

  • Semasa/sezaman.
  • Bersamaan waktu.
  • Masa kini/dewasa ini.

Oxford Dictonery (1993:253) memberikan pengertian yaitu living or occurring at the same time, dating from the sametimes. Dari makna leksinal tersebut menjelaskan bahwa makna leksinal adalah sesuatu yang nampak tegas dalam konsep tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa seni rupa kontemporer dapat diartikan sebagai seni rupa pada saat ini. Pengertian ini tentu jelas masih sangat umum, dan bahkan dikatakn ambigu. Sifat umum ini tidak akan menjurus kepada satu paham, ideoogi dan lain-lain, sehingga seni rupa masa kini adalah seni rupa yang memiliki ciri tertentu.