Persiapan Diri Yang Perlu Dilakukan Sebelum Pensiun

Persiapan Diri Yang Perlu Dilakukan Sebelum Pensiun – Suatu saat pasti Anda akan bertemu dengan masa pensiun. Ada beberapa orang yang bingung harus melakukan apa saat sudah tidak bekerja. Karena itu Anda harus tahu, apa yang harus dipersiapkan saat masa pensiun sudah di depan mata.

Ilustrasi Pensiun ( Foto @U-Report )

Masa bekerja adalah masa produktif bagi setiap orang. Namun, tak selamanya Anda berada di masa produktif tersebut, tak selamanya Anda akan bekerja. Saat usia Anda sudah mulai beranjak tua, Anda akan menemui masa pensiun. Pada beberapa perusahaan, sudah ditentukan pada usia berapa orang harus pensiun. Bahkan, tak jarang mereka memberikan pelatihan untuk mempersiapkan mental saat menjelang pensiun.

Karena tak jarang ketika masa pensiun datang malah memberikan masalah – masalah tersendiri pada para pekerja yang terbiasa sibuk dan mempunyai banyak kegiatan saat masa produktif. Karena itu, diperlukan beberapa persiapan, mulai dari persiapan mental, persiapan emosi, dan persiapan jadwal kegiatan apa yang akan Anda lakukan selama Anda sudah tidak lagi bekerja.

PERLU PENGAKUAN
Menurut psikolog Amanda Pasca Rini SPsi MSi, ada beberapa masalah yang kerap muncul saat masa pensiun telah datang. Pertama, adalah masalah pengakuan diri. Individu yang awalnya bekerja, mereka merasa diakui karena bekerja dan menghasilkan sesuatu. Saat bekerja mereka juga mempunyai kedudukan dan posisi yang jelas. Apalagi bagi mereka yang saat bekerja, menjadi atasan dan terbiasa dengan bawahannya dan tentunya pekerjaannya.

Nah, setelah pensiun individu tersebut sudah tidak produktif dalam hal pekerjaan, Tidak lagi menghasilkan uang dan tidak beraktivitas. Terkadnag akan timbul rasa kurang dihargai, karena it tidak lagi bekerja. Rasa tidak diakui karena tidak lagi mempunyai kegiatan.

“Karena itu, sangat penting bagi seseorang yang pensiun untuk melakukan persiapan mental, mulai menyadari dan menerima diri saat ia sudah tidak lagi produktif. Kesadaran ini harus sejak dini ditumbuhkan, jika tidak dapat menimbulkan stres tersendiri bagi individu tersebut,” Jelas Amanda.

Tak hanya itu, Anda juga harus mempersiapkan pasangan Anda. Paling tidak pasangan Anda juga harus tahun, kapan Anda akan pensiun, juga diberikan pengertian agar dapat menerima saat Anda sudah tidak bekerja.

Masalah kedua yang sering muncul adalah kebosanan dan merasa sepi. Saat bekerja, waktu terkadang terasa cepat dan tentunya saat bekerja mereka menemui banyak orang. Nah, saat sudah pensiun, lebih banyak waktu menganggur dan dihabiskan sendiri atau bersama keluarga. Jika sudah merasa bosan, biasanya individu lebih mudah emosi, bahkan bisa juga stres karena tidak melakukan apa – apa.

AKTIVITAS BARU
Agar tidak stres diperlukan persiapan mental sebelum pensiun. Yang pertama, Anda sudah dapat mulai mencari kegiatan apa yang kira – kira akan dilakukan setelah Anda pensiun. Lakukan aktivitas yang berguna namun tidak berat ( tidak seperti bekerja ), sesuaikan dengan usia Anda. Tentunya Anda sudah tidak perlu terlalu ngoyo mencari penghasilan.

Untuk Mengisi Waktu, Bisa Juga Mengembangkan Hobby Menjadi Lapangan Pekerjaan, Namun Tetap Jangan Terlalu Berat, Sesuaikan Dengan Usia Dan Kemampuan Anda.

Cukup lakukan kegiatan menyenangkan seperti hobby, hanya untuk mengisi waktu. Bisa juga mengembangkan hobby menjadi lapangan pekerjaan, namun tetap jangan terlalu berat, sesuaikan dengan usia dan kemapuan Anda. Karena jika Anda melakukan kegiatan yang berat, tentunya akan berpengaruh pada kesehatan fisik Anda yang sudah tidak sekuat saat Anda masih muda.

Misalnya, Anda suka bercocok tanam, Anda boleh mulai menyalurkan hobby Anda itu. Atau bergabung dengan lub lansia seperti kelompok olahraga, atau kegiatan sosial juga bisa dilakukan. Bisa juga Anda mulai berkunjung ke rumah saudara atau anak, menyambung silaturahim agar Anda tidak sendiri dan menganggur di rumah. Karena jika Anda diam saja dan tidak melakukan apa – apa, selain dapat memicu stres, juga tentunya tidak sehat bagi tubuh Anda.

“Dengan terus beraktivitas, Anda juga sudah menjaga kesehatan fisik, kesehatan dan mental dan juga menjaga kognisi dan emosi Anda untuk tetap stabil,” Ujar Dosen Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 45 Surabaya.

Terakhir, Anda juga harus mengomunikasikan semua pada pasangan. Ajak pasangan untuk membuat rencana aktivitas setelah Anda pensiun. Paling tidak itu akan membuat pasangan mulai sadar dan siap menerima saat Anda pensiun. Tentunya untuk persiapan di atas harus dilakukan sedini mungkin. Agar saat pensiun telah tiba, Anda dan pasangan sudah siap dan tidak stres menghadapinya.

Add Comment