Semut Berbicara Didalam Alquran, Ilmuwan Membuktikannya

Nabi Sulaiman adalah seorang
nabi dan rasul Allah yang diberikan mukjizat oleh Allah yaitu ia dapat mengerti
bahasa binatang. Nabi Sulaiman A.S merupakan anak dari Nabi Daud A.S, dalam
Alquran namanya disebutkan sebanyak 27 kali.

Ia diangkat menjadi raja di
kerajaan bani Israil setelah ayahnya wafat, tak hanya menjadi raja bani Israil,
Allah memberikannya kemampuan untuk menjadi raja untuk bangsa jin dan binatang.
Oleh karena itu, Nabi Sulaiman bisa mengerti berbagai macam bahasa binatang
termasuk semut.

Dalam sebuah kisah di dalam
Alquran, dikisahkan bahwa pada saat itu Nabi Sulaiman dan bala tentaranya
sedang melintasi sebuah jalan yang di jalan itu terdapat gerombolan semut.
Dalam ayat tersebut Allah menyebutkan bahwa semut-semut tersebut dapat
berbicara satu sama lain.

“Hingga apabila mereka
sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke
dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya,
sedangkan mereka tidak menyadari”;” [QS. An-Naml ayat 18]

Sebagai umat Islam, kita
percaya bahwa apa yang tertera di dalam Alquran tidak ada yang sia-sia. Namun,
bagi orang-orang yang tidak mempercayai Alquran, pastilah ayat diatas hanya
dianggap sebagai bualan belaka.
Namun, fakta kebenaran
Alquran kembali terungkap melalui sebuah penelitian ilmiah. Science Magazine
yang terbit pada 6 Februari 2009 menuliskan sebuah hasil penelitian ilmiah
terbaru yang menyatakan semut dapat berbicara.
Dalam penemuan tersebut
mengungkapkan bahwa kemajuan teknologi audio yang canggih telah memungkinkan
para ilmuwan untuk meneliti dan menemukan kesimpulan bahwa semut-semut secara
rutin berbicara antara satu dengan yang lainnya.
Semut Sebagian besar
memiliki semacam papan alami dan plectrum yang terdapat dalam perut mereka yang
dapat mengeluarkan suara sebagai media untuk berkomunikasi dengan sesamanya.
Menggunakan microfon dan
speaker mini yang canggih yang dapat dimasukkan kedalam sarang semut, peneliti
menemukan bahwa ratu semut dapat mengeluarkan instruksi kepada para pekerja
mereka.
Para peneliti heran, yang
berhasil membuat rekaman pertama dari semut ratu “berbicara”, juga
menemukan bahwa serangga lain pun meniru hal yang persis sama. Kupu-kupu besar
Rebel adalah salah satu dari sekitar 10.000 makhluk yang memiliki hubungan
parasit dengan semut dan sekarang ditemukan telah belajar untuk meniru suara
dengan menggunakan sinyal kimia.
Larva Kupu-kupu dibawa oleh
semut ke sarang di mana mereka diberi makan oleh pekerja. Ketika koloni
terganggu semut akan menyelamatkan larva. Bahkan jika mereka kekurangan
makanan, semut akan mengorbankan diri mereka sendiri sebagai bahan makanan
pengganti.
Hasil penelitian beberapa
dekade yang lalu telah menunjukkan bahwa semut mampu membuat panggilan
menggunakan alarm berbunyi, tetapi baru-baru ini hasil riset telah menunjukkan
bahwa kosa kata mereka mungkin jauh lebih besar dan mereka juga dapat
“berbicara” satu sama lain.
Profesor Jeremy Thomas, dari
University Oxford, mengatakan kemajuan teknologi telah memungkinkan penemuan
baru, hal itu karena komunikasi semut bisa direkam secara subjektif.
Para peneliti melakukan
penelitian dengan cara memasukkan speaker mini yang berisi rekaman suara ratu
semut ke dalam sarang semut kemudian memutarnya. Hal ini ternyata mampu menarik
perhatian para semut dan membuat mereka bersiaga.
“Ketika kami memutar
suara ratu yang mereka lakukan kemudian adalah bersiap siaga. Mereka akan
bergerak berdiri sambil mengulurkan antena mereka ke depan dan rahang (capit)
mereka terbuka selama berjam-jam. Siapa saja makhluk asing yang berada di dekat
mereka, mereka akan serang,” katanya.
Dia menggambarkan bagaimana
semut akan melakukan gerakan menekan antena mereka ke arah speaker seperti
mereka menyambut yang lain dalam sarang semut.
“Kita pasti pernah
lihat semut bersalaman ketika mereka bertemu. Seperti itulah mereka
melakukannya.” lanjutnya.
Profesor Thomas masih belum
mengetahui dengan pasti tentang berapa jumlah semut yang mengandalkan suara
untuk bahasa mereka, namun ia menduga penelitian lebih lanjut akan
mengungkapkan kosakata yang lebih luas daripada yang terlihat sebelumnya.

Sedangkan menurut buku
“Encyclopedia of Entomology” karangan John L. Capinera halaman 92,
dikatakan setidaknya ada 4 jenis senyawa kimia yang dikeluarkan semut dalam
berkomunikasi, dengan mengambil contoh semut African Weaver:
 

  • Hexanal: Zat ini menarik perhatian
    dan membangunkan ketertarikan mereka.
  • Hexanol: Semut-semut menjadi
    siaga dan berlarian ke segala arah dalam rangka mencari sumber masalah.
  • Undecanone: Saat
    dipancarkan, ini menarik semut ke sumber bahaya, dan membuat mereka menggigit
    semua objek asing pada daerah semut.
  • Butyloctenal: Meningkatkan
    agresi dan kesiapan mereka untuk mengorbankan diri.

Dalam surat An-Naml ayat 18
di atas, kira-kira seperti inilah percakapan para semut tersebut:
1. “Hai para
semut”: dalam tahap ini, Hexanal di keluarkan, memasuki fasa alerting
dimana semut tersebut meminta perhatian semut yang lain.
2. “kembalilah ke
sarangmu” : dalam tahap ini, Hexanal lebih intense dikeluarkan,
menyebabkan apa yang dikatakan oleh John L. Capinera di atas, semut-semut
berlari dengan cepat dan acak, serta mengubah arah.
3. “agar kamu tidak
diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya” : dalam tahap ini, Hexanol di
keluarkan, mengakibatkan fasa attraction dan stopping dimulai, di mana
perhatian para semut di arahkan kepada source atau sumber bahaya, dalam hal ini
adalah Sulaiman dan tentaranya.
4. “sedangkan mereka
tidak menyadari” : dalam tahap ini, semut-semut itu di perintahkan untuk
holding, bukan bitting. Undercanone dan Butyloctenal dalam kadar tertentu
bersama-sama menentukan jenis pertahanan apa yang harus mereka buat untuk
mempertahankan diri dan sarang mereka. Dalam hal ini yang diperintahkan adalah
“hold” atau tunggu. “Jangan serang, karena mereka tidak
menyadari. Mereka tidak sengaja akan menginjak kita dan menyerang kita”.
Inilah keajaiban Alquran
yang telah dibuktikan oleh penelitian ilmiah, semoga dengan demikian kita bisa
menjadi lebih yakin akan kebenaran Alquran.

Add Comment