Suami Jangan Gengsi Bilang Maaf

pbs.org

pbs.org

Maaf. Sebuah kata sederhana yang kadang sangat berat untuk diucapkan namun mempunyai kekuatan yang amat besar.

Di masa awal pernikahan, saya sangat berat mengucapkan kata maaf kepada istri bila sedang berselisih paham. Apalagi jika saya merasa itu bukan kesalahan saya. Pikir saya, masa saya yang harus meminta maaf, memang siapa yang salah? Gengsi, dong. Mungkin istri saya pun berpikir demikian. Maka terciptalah suasana yang sangat tidak nyaman karena kami sama-sama mempertahankan gengsi.

Dari meja makan sampai ke tempat tidur tidak ada pembicaraan di antara kami. Perkataan yang keluar pun seperlunya saja. Akhirnya saya merenung dan ber-muhasabah, Ya Allah ternyata sikap saya ini salah, bukankah saya seorang imam dalam rumah tangga? Seharusnya saya memberi contoh yang baik kepada istri saya, bukan menuruti nafsu. Ya Allah ampuni hamba, bimbing hamba ‘tuk menjadi imam yang baik bagi keluarga hamba, amiin ya Rabbal ‘alamin.

Ketika waktu shalat Maghrib tiba, saya tidak shalat berjamaah ke masjid, saya ajak istri saya shalat berjamaah di rumah. Selesai shalat dan berdoa, istri saya mencium tangan saya, lalu saya pun menarik perlahan tangannya dan saya ucapkan, “Dik, maafkan Mas, ya.

Ternyata Mas sangat egois, tidak bisa memahami perasaan Adik. Mas janji, insya Allah akan selalu bersabar, memahami perasaan Adik dan tidak gampang marah. Tolong ingatkan Mas, ya, Dik, biar Mas bisa menjadi imam yang baik untuk Adik.”

Kata maaf tersebut saya ucapkan dengan tulus dari lubuk hati saya yang paling dalam. Di luar dugaan, ternyata istri saya malah menangis tersedu dan berkata, “Aku yang salah, Mas. Aku yang egois selalu menuntut Mas untuk bisa mengerti aku.” Dan banyak lagi kata penyesalan yang keluar dari mulut istri saya tercinta. Kami pun saling bermaafan.

Sekarang kami tidak merasa berat lagi dalam mengucapkan kata maaf. Malah kami berlomba siapa yang terlebih dahulu mengucapkan kata maaf tanpa memikirkan siapa yang salah. Cara ini pernah saya sarankan ke teman yang curhat ketika sedang bermasalah dengan istrinya.

Saya katakan kepadanya, janganlah kita mendahulukan ego, siapa tahu kita yang salah. Lantas saya ceritakan pengalaman saya tersebut. Alhamdulillah, dia meniru apa yang saya lakukan dan hasilnya memang menakjubkan.

Jadi, jangan pelit dan gengsi mengucapkan maaf dan memberi maaf, terutama kepada istri kita. Sebab, kata tersebut dapat mengubah dunia menjadi lebih indah.

Source: Ummi-Online