Waspada, Bahaya Anak Makan Fastfood Bisa Sebabkan Kanker ?

Waspada, Bahaya Anak Makan Fastfood Bisa Sebabkan Kanker ? – Pola makan yang salah pada anak bisa jadi pemicu utama terkena kanker usus. Namun, memberikan asupan nutrisi yang kaya serat dapat mencegah buah hati Anda menderita kanker saluran pencernaan (kolorektal).

Seorang Anak Sedang Diperiksa Oleh Dokter ( Foto @U-Report )

Kanker usus besar (kolorektal) merupakan tumbuhnya sel kanker yang ganas di dalam permukaan usus besar atau rektum. Penyakit ini sering dijumpai di masyarakat dan termasuk salah satu kanker yang dapat disembuhkan dan dicegah penyebarannya.

FASTFOOD PEMICU KANKER
Mesi begitu, penyakit ini tergolong fatal karena diperkirakan 50 persen penderita kanker kolorektal meninggal karena penyakit ini. Pakar kanker Dr Jhosep SpA(K) dari Surabaya menjelaskan bahwa gaya hidup menjadi salah satu penyebab munculnya kanker usus.

“Kebiasaan mengonsumsi makanan yang tinggi lemak seperti fast food atau gorengan adalah salah satu penyebab kanker usus,” tuturnya

Selain gaya hidup, polip pada usus juga dianggap meningkatkan risiko penyakit kanker ini. Berdasarkan data International for Research of Center (IARC), 1 dari 600 anak di dunia akan menderita kanker sebelum umur 16 tahun. Memang, besarnya angka anak pendertia kanker berkisar antara 1%-3% dari jumlah keseluruhan penderita kanker. Namun, Jhosep memaparkan, keberhasilan pengobatan terhadap kanker anak relatif tinggi jika diobati mulai dari stadium dini.

Dr Jhosep SpA(K) ini juga menerangkan, angka harapan hidup bebas kanker pada anak stadium awal mencapai angka 90%, sedangkan pada stadium lanjut hanya sekitar 20%-40%. Karena anak – anak masih dalam masa pertumbuhan dan berkembang. Jadi, kalau sejak dini sudah ditangani, kemungkinan untuk sembuh itu sangat besar. Jenis kanker yang paling sering diderita oleh anak adalah kanker darah (leukimia), kanker usus, kanker otak, kanker mata (retinablastomata) dan kanker saraf.

AWAS SEMBELIT !
Belum diketahui dengan pasti apa penyebab kanker pada anak. Namun, ada dua indikasi yang bisa menjadi faktor, yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan. Faktor genetik adalah faktor bawaan dari keluarga Ayah atau Ibu yang pernah memiliki riwayat kanker. Faktor lingkungan adalah faktor eksternal yang menimbulkan potensi kanker, seperti pengaruh bahan kimia, sinar radiasi, pemakaian obat, infeksi virus dan makanan.

Gejala – gejala awal penyakit ini antara lain perdarahan pada usus besar yang ditandai dengan ditemukannya darah pada feses saat buang air besar, diare atau sembelit tanpa sebab yang jelas dan berlangsung lebih dari enam minggu, penurunan berat badan, nyeri perut serta perut masih terasa penuh meski sudah buang air besar. Hal ini dikarenakan gejala kanker usus yang relatif bergejala ringan dan berkaitan dengan saluran cerna seperti rasa kembung di perut, rasa sakit serta sembelit, terkadang orang tua meremehkan gejala tersebut dan terkesan lambat memeriksakan anaknya ke dokter.

CEGAH SEJAK DINI    
“Untuk faktor yang disebabkan lingkungan, dapat kita kendalikan. Misalnya, hindari makanan – makanan yang mengandung banyak zat warna. Karena makanan seperti itu biasanya sering menarik minat nafsu makanan anak.” Jelas Jhosep.

Orang tua harus sangat mewaspadai terhadap perubahan yang terjadi pada anak. Apabila melihat atau saat meraba tubuh anak terdapat benjolan, maka segeralah ke dokter sebagai antisipasi awal karena tidak semua benjolan adalah kanker. Ketika meraba benjolan, jangan ditekan – tekan, nanti bisa menyebar, dari stadium 1 malah jadi stadium 2 mendeteksi kanker pada anak.

Menurut Dr Jhosep, sebenarnya penyebaran kanker usus tergolong lambat, karenanya ia menganjurkan agar masyarakat melakukan deteksi dini.

“Lakukan pemeriksaan tinja setiap tiga bulan sekali. Selain itu perhatikan apakah ada perubahan pola buang air besar dan perubahan bentuk tinja, terutama jika ditemukan ada darah.” Tuturnya.

Dengan cara ini diharapkan kanker kolorektal akan terdiagnosis pada tahap dini. Sebab, jika sudah sampai pada stadium lanjut pengobatan yang dilakukan hanya untuk meningkatkan harapan hidup dan kualitas hidup pasien.

Sebelum terlanjut menderita kanker, mungkin akan lebih bijaksana jika kita melakukan pencegahan dengan cara melakukan gaya hidup sehat pada diri kita sendiri.

Nah, itulah sobat mengenai bahaya Fastfood bagi anak – anak, Yuk, mari bantu yang lain untuk mengetahui artikel ini, share yang Anda lakukan tentunya akan menyelamatkan banyak orang yang melihatnya.

Add Comment