Teknis Budidaya Kapas

Lahan dan Agroklimat

Faktor lahan mempunyai andil yang cukup besar dalam mendukung tingkat produktivitas kapas. Agar diperoleh pertumbuhan dan produksi yang baik, tanaman kapas memerlukan persyaratan tumbuh sebagai berikut :

a. tanah

  • Struktur tanah lempung berpasir dengan kandungan pasir kurang dari 80% atau lempung berliat dengan kandungan liat kurang dari 50%. PH tanah minimal 5,5
  • Topografi relatif datar atau miring dengan kemirigan < 30% yang disertai pembuatan teras memotong arah lereng.
  • Daya menahan air dan drainase yang baik

b. Iklim

  • Suhu optimum 25o - 29o C
  • Ketinggian lebih dari 700 m dpl
  • Kelembaban ±70%
  • Curah hujan 500 - 1100 mm/selama kurang lebih  3,5 bulan

Benih

  • Berasal dari varietas unggul
  • Mempunyai sifat asli seperti indukannya dengan tingkat kemurnian  98%
  • Benih bernas, tanpa kabu-kabu dan tidak rusak baik rusak karena hama maupun karena kerusakan mekanis
  • Daya kecambah minimal 80%
  • Bebas dari hama dan penyakit untuk itu perlu diberi perlakuan dengan insktisida yaitu thene atau larvin dengan dosis 20 gr/kg benih.
  • Benih berasal dari balai penelitian
  • Benih dasar sampai dengan benih sebar berasal dari perusahaan pengelola/perusahaan inti.
  • Dalam hal ini pneyediaan benih produksi dalam negeri tidak mencukupi (baik jumlah maupun mutu) dapat digunakan benih impor)

Penanaman

a. Waktu

Tanam musim penghujan (TMP) dan tanam musim kemarau (TMK) dengan berpedoman pada perkiraan musim yang dibuat oleh Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) dan atau minggu penanaman paling lambat yang ditetapkan Balitas.

Waktu tanam kapas TMP diusahakan agar waktu panen jatuh pada awal musim kemarau sedangkan waktu tanam TMK diuasahakan agar panen tidak jatuh pada awal musim hujan.

b. Cara Penanaman

Pada lahan tegalan/sawah tadah hujan diperhitungkan sedemikian rupa sehingga tanaman kapas selama pertumbuhan ( ± 3,5 bulan) mendapatkan cukup hujan/air dan pada masa panen jatuh pada musim kering.

Cara Penanaman Kapas

Waktu tanam kapas (TMK) pada lahan sawah dilaksanakan, setelah panen padi redengan dimana kebutuhan/kekurangan air pada masa pertumbuhan/perkembangan tanaman diatasi dengan pompanisasi. Untuk kapas beririgasi diamana kapas ditanam sesudah panen padi, sekurang-kurangnya diperlukan 3 kali yaitu pada saat mulai pembentukan kuncup bunga (umur 30-35 hari) pada saat mulai berbunga (umur 50 - 55 hari), pada saat puncak pembungaan dan perkembangan buah (umur 80 - 90 hari ).

Berikan irigasi hingga lahan mencapai kapasitas lapang atau daerah perakaran kapas sedalam 30 - 60 cm cukup mendapat air.

Pemeliharaan Tanaman Kapas

 Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Tanaman Kapas

Teknis Budidaya Kapas

Sumber Leaflet : Direktorat Jenderal Perkebunan