Teknologi Pengendalian Wereng Cokelat

teknologi pengendalian wereng cokelat

Pentingnya Hama Wereng Cokelat

Di Indonesia wereng cokelat merupakan hama laten yang merusak tanaman padi sejak 1930 sampai sekarang. Pada dasa warsa 1960 - 1970 luas serangan wereng cokelat diketahui sekitar 52.000 ha. Kemudian pada 1070 - 1980 luas serangan wereng cokelat meningkat tajam mencapai 2.510.680 ha. Periode ini merupakan puncak serangan wereng cokelat di Indonesia. Kemudian pada dasa warsa 1980 - 1990 luas serangan wereng cokelat menurun kembali hanya sekitar 200.000 ha. Begitu pula pada tahun 1990-2000 luas serangan wereng cokelat hampir sama dengan serangan wereng cokelat pada dasa warsa sebelumnya.

Serangan wereng cokelat yang hebat, disebut juga ledakan wereng cokelat, tidak terjadi sepanjang tahun, tetapi hanya pada waktu-waktu tertentu saja, yaitu pada musim hujan dan musim kemarau yang banyak hujannya (La Nina). Dijalur pantura Jawa ledakan wereng cokelat terjadi di awal pertanaman musim hujan, sedangkan pada padi yang ditanam mulai musim hujan jarang terserang wereng cokelat.

Serangan wereng cokelat sering kali diikuti oleh serangan penyakit virus kerdil hampa (VKH) dan kerdil rumput (VKR), yang disebabkan oleh virus yang ditularkan oleh wereng cokelat. Pada MT 1998/1999 setelah 20 tahun stagnasi, penyakit VKH menyerang pertanaman padi Jawa Barat seluas 22,438 ha.

Karakteristik Perkembangan Wereng Cokelat

Wereng cokelat mempunyai biotik potensial yang tinggi, diantaranya dapat memanfaatkan makanan dalam jumlah banyak dalam waktu yang singkat, sehingga menimbulkan kerusakan yang tidak sedikit. wereng cokelat termasuk serangga r-strategik yang mempunyai ciri : (a) berkembang biak dengan cepat, (b) mampu mempergunakan sumber makanan dengan baik sebelum serangga lain ikut berkompetesi, dan (c) serangga dapat menemukan habitat baru dengan cepat sebelum habitat lama tidak berguna lagi.

Karena kemampuan biotik potensial yang tinggi dan biological clock yang dimilikinya, sehingga wereng cokelat dapat berkembang biak di musim hujan dan musim kemarau yang banyak hujannya atau saat terjadi La Nina (lihat gambar), dimana pada

luas serangan wereng cokelat MT 2005

MK 2005 yang masih terjadi hujan sampai bulan Juli dapat meningkatkan perkembangan populasi wereng cokelat, terutama pada pertanaman padi di Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Berdasarkan laju pertumbuhan wereng cokelat pada lingkungan tanpa batas, dari satu pasang wereng cokelat dalam waktu 90 hari menghasilkan keturunan sebanyak 10.000 ekor betina. Bila nisbah jantan : betina adalah 1:1, maka satu pasang wereng cokelat selama 3 bulan menghasilkan keturunan sebanyak 20.000 ekor.

Di alam tidak terjadi hal seperti tersebut di atas karena ada faktor biotik dan abiotik yang dapat mempengaruhi perkembangan wereng cokelat. Dari 656 telur wereng cokelat 70,8 telur (10,8%) menetas menjadi nimfa, sedangkan 89,2% telur mati akibat tidak menetas (9,5%), terserang parasit Anagrus dan Oligosita (59,9%), serta dimangsa predator Cytorhinus lividipennis (20%). Dari jumlah nimfa tersebut yang akan menjadi dewasa hanya 1,4% saja.

Teknologi Pengendalian Wereng Cokelat

Pengendalian wereng cokelat harus ditempuh dengan berbagai cara. Hal ini disebabkan varietas padi yang dianggap tahan pada saat ini akan patah ketahanannya akibat cepatnya perubahan biotipe wereng cokelat. Komponen pengendalian yang dapat diterapkan adalah :

1. Penggunaan varietas tahan

Sebelum tanam perlu diperhatikan mengenai tingkat biotipe wereng cokelat yang ada di lokasi setempat. Varietas padi yang dapat menangkal biotipe wereng cokelat diantaranya tertera pada tabel berikut :

varietas padi yang dapat menangkal biotipe wereng cokelat

2. Pergiliran varietas antar musim

Berdasarkan dinamika populasi wereng cokelat yang berkembang, baik pada musim hujan atau pada musim kemaran yang banyak hujan, maka dianjurkan pergiliran varietas antarmusim, yaitu pada musim hujan menanam varietas yang tahan wereng cokelat dan pada musim kemarau dapat menanam varietas yang tidak tahan wereng cokelat.

3. Pergiliran varietas dalam musim

Perkembangbiakan wereng cokelat sangat tinggi pada awal musim hujan sampai pertengahan musim hujan. Setelah lepas pertengahan musim hujan populasinya menurun. Oleh karena itu, pada awal musim hujan dianjurkan menanam varietas yang tahan wereng cokelat dan pada akhir musim hujan dapat menanam varietas yang rentan (tidak tahan) wereng cokelat.

4. Penggunaan fungsi

Fungi (cendawan, jamur) seperti Metarrhizium anisopleae dan Beauveria bassiana dapat dipakai untuk mengendalikan wereng cokelat. Dosis 1010 - 1015 spora/ha dapat mengendalikan wereng cokelat.

5. Pengendalian dengan insektisida

Bila semua usaha tidak mempan untuk menahan laju perkembangan wereng cokelat dapat menggunakan Insektisida yang direkomendasikan untuk menekan wereng cokelat seperti imidakloprid, fipronil, dan Insektisida lain yang direkomendasikan.

6. Pengendalian berdasar musuh alami

Pengamatan hama wereng cokelat dan musuh alami paling sedikit dilakukan 2 minggu sekali. Kemudian hasil pengamatan dihitung berdasarkan formula Baehaki (1996) sebagai berikut :

 hitungan

A,: Jumlah wereng (wereng cokelat + wereng punggung putih) pada 20 rumpun pada minggu ke-,.

B,:Jumlah predator (laba-laba + Ophionea nigrofasciata + Paederus fuscifes + coccinella sp.) pada 20 rumpun pada minggu ke-,.

C,: Jumlah kepik Cyrtorhinus livdipennis pada 20 rumpun pada minggu ke-,.

D,: Jumlah wereng cokelat terkoreksi per rumpun

Dari hasil pengamatan tersebut dapat dilakukan tindakan apakah perlu/tidak perlu pemberian insektisida, sebagai berikut :

  • Bila nilai D, lebih besar dari 5 pada padi berumur di bawah 40 hari setelah tanam (hst) atau nilai D, lebih besar dari 20 pada padi berumur di atas 40 hst, maka perlu diberi insektisida yang direkomendasikan.
  • Bila nilai D, kurang dari 5 pada padi berumur di bawah 40 hst atau nilai D, kurang dari 20 pada padi berumur di atas 40 hst, maka tidak perlu diberi insektisida, tetapi teruskan amati pada minggu berikutnya.

 

leaflet thn 2005

Informasi lebih lanjut silahkan hubungi :

Balai Penelitian Tanaman Padi Jln. Raya 9, Sukamandi, Subang Jaaw Barat. Phone (0260) 520157, Fax (0260) 521104 Website http://bbpadi.litbang.pertanian.go.id/