Teknologi Pembuatan Minyak Kelapa Murni (Virgin Coconut Oil / VCO)

Pendahuluan

Minyak kelapa murni atau lebih dikenal dengan nama Virgin Coconut Oil (VCO) adalah minyak kelapa yang diperoleh dengan cara pengolahan basah daging buah kelapa atau minyak yang dibuat melalui santan kelapa dan bukan kopra (Litbang-deptan, 2005). Minyak kelapamurni memilikiciri-ciri antara lain berwarna bening dan berbau khas minyak kelapa.

Minyak kelapa murni memiliki beberapa keunggulan, diantaranya mengandung asam laurat tinggi (mencapai 48-50%) dan mengandung asam lemak bebas (FFA) yang sangat rendah yaitu 0.01 % (Litbang-deptan, 2005). Sehingga memiliki daya penyembuhan dan tahan terhadap ketengikan.

Manfaat Minyak Kelapa Murni

Penelitian yang dilakukan fakultas MIPA-UGM, Yoogyakarta, mendapatkan bahwa minyak kelapa murni mengandung asam laurat, asam kaprilat dan asam kaprik. Ketiga senyawa ini berkhasiat sebagai anti mikroba alamiah yang dapat menghambat pertumbuhan virus, bakteri dan patogen lain serta dapat membantu untuk membangun sistem kekebalan tubuhn. Saat ini minyak kelapa murni banyak dimanfaatkan untuk perawatan kesehatan disamping juga digunakan sebagai bahan  baku untuk kosmetika dan farmasi. Mengkonsumsi minyak kelapa murni secara teratur dipercaya dapat mengatasi beberapa jenis penyakit yang disebabkan oleh perkembangbiakan virus didalam tubuh manusia. Saat ini, minyak kelapa murni juga digunakan sebagai obat untuk terapi penyakit yang disebabkan oleh virus seperti Hepatitis C, HIV, influenza, herpes, kandida dan lain-lain.

Pembuatan Minyak Kelapa Murni

Teknologi pembuatan minyak kelapa murni tergolong mudah dan sederhana. Bahan dasarnya adalah daging buah kelapa masak (berumur 10-12 bulan). Daging buah kelapa ini kemudian diparut, ditambah air dan diperas sehingga menghasilkan santann. Selanjutnya santan yang diperoleh didiamkan selama kurang lebih 4 jam. Penambahan air dan pemerasan santan dilakukan berulang-ulang dengan jumlah air secukupnya sehingga tidak ada lagi santan tersisa dalam kelapa parut. Air yang digunakan adalah air hangat/suam-suam kuku (± 40oC). Selanjutnya santan akan terpisah menjadi 3 bagian yaitu : (1) santan prima pada lapisan teratas; (2) Air pada lapisan tengah; dan (3) endapan pada lapisan terbawah. Selanjutnya santan prima dipisahkan dan dicampur dengan air kelapa yang telah dibiarkan terbuka selama kurang lebih 4 jam. Kemudian campuran ini difermentasi selama kurang lebih 24 jam, sehingga santan prima akan terpisah menjadi 3 bagian, yaitu : (1) minyak benih pada lapisan teratas; (2) blondo putih pada lapisan tengah; dan (3) air kelapa pada lapisan bawah. Masing-masing lapisan ini kemudian dipisahkan. Blondo putih selanjutnya dipanaskan diatas api sehingga diperoleh minyak dan blondo coklat. Minyak yang terbentuk lalu dipisahkan dan dicampur dnegan minyak bening yang diperoleh langsung dari proses fermentasi, selanjutnya dipanaskan kembali selama kurang lebih 10 menit untuk mengurangi kadar airnya. Minyak yang diperoleh kemudian didinginkan dan dikemas. Proses selengkapnya dapat dilihat pada diagram alir dan gambar berikut :

Diagram Alir proses pembuatan minyak kelapa murni

 Sumber leaflet Oleh Destialisma Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali. Jl. Bypass Ngurah Rai-Pesanggaran, Denpasar. Tlp/Fax : 0361 720498. email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.