Budidaya Bawang Putih

Standar Operasional Prosedur (SOP) Budidaya Bawang Putih
(Allium sativum L)

Budidaya Bawang Putih

Apa itu SOP ??......

SOP merupakan operasionalisasi dari GAP dalam bentuk Petunjuk Teknis Baku yang singkat jelas dan praktis dari setiap tahun kegiatan.

Sasaran :

Produk yang aman konsumsi, berkualitas baik, berdayasaing dan ramah lingkungan.

Target Penerapan SOP Bawang Putih :

Produktivitas > 12 ton/ha, tingkat kehilangan hasil <10%, kualitas umbi yang dihasilkan sesuai standar pasar.

Aspek penting dari penerapan SOP Bawang Putih :

  1. Pelaksanaan seluruh tahapan budidaya yang benar sesuai GAP
  2. Pencatatan seluruh aktiititas dalam buku kerja Tahapan SOP

1. Pemilihan Lokasi

Adalah memilih lokasi tanam yang sesuai dengan perysratan tumbuh bawang putih serta tidak merusak lingkungan. Lokasi tidak ternaungi, ketinggian tempat < 1.500 mdpl, kemiringan lahan maksimal 30%, suhu 15-20OC, curah hujan < 1500 mm/h.

Pelaksanaan :

  1. Cari informasi tinggi lokasi, pH, kemiringan lahan.
  2. Lakukan pemetaan lokasi lahan
  3. Lakukan pencatatan

2. Penentuan Waktu Tanam

Adalah menetapkan waktu tanam yang tepat untuk penanaman bawang putih. Ditentukan berdasarkan perkiraan datangnya musim hujan atau tersedianya air irigasi

Pelaksanaan :

  1. Lakukan pengkajian untuk mengetahui saat air tersedia di lahan, diskusikan dengan pengelola lahan sebelumnya atau masyarakat sekitar lokasi.
  2. Tentukan waktu tanam yang tepat.
  3. Lakukan pencatatan

3. Penyiapan Lahan

Adalah membersihkan lahan dari hal yang menggangu pertumbuhan tanaman, mengolah tanah, membuat parit bedeng, dan jarak tanam. Lahan bersih sehingga siap olah, pada areal miring garitan dibuat melintang dengan arah kemiringan lahan, lahan berupa lereng harus ada tindakan konservasi berupa tarasering, dll.

Pelaksanaan :

  1. Bersihkan lahan dari hal yang menggangu pertanaman muda
  2. Cangkul/bajak tanah sedalam 20-30 cm, buat parit kurang lebih 30 cm, jarak bedengan 40 cm, tinggi bedengan 15-30 cm, lebar 100-200 cm. Buatkan jarak tanam dengan belahan bambu/tugal dengan jarak 15 x 15 cm.
  3. Lakukan pencatatan.

4. Penyiapan Bibit

Penyiapan bibit Bawang Putih

Adalah menyiapkan bibit bermutu dari varietas unggul (tingkat keseragaman dan produktivitas tinggi), tidak cacat fisik, bentuk umbi seragam, bagian tengah umbi sudah berwarna hijau.

Pelaksanaan :

  1. Siapkan bibit unggul, bersitifikasi dan berlabel (ukuran besar 1,5-2 gr, sedang 1-1,5 gr, kecil 0,7-1 gr).
  2. Pilih benih yang telah bertunas, sepanjang 1-2 cm.
  3. Lakukan pencatatan.

5. Penanaman dan Pemupukan Dasar

Adalah memberikan hara dasar di dalam tanah dan meletakkan benih di antara pupuk pada bedengan. Pemupukan mengacu pada tepat dosis, cara, waktu dan jenis. Pupuk organik harus yang sudah matang. Penanaman benih tidak boleh berisinggungan dengan pupuk.

Pelaksanaan :

  1. Sebarkan 10-15 ton pupuk kandang/ha, tutupi setebal 5 cm. Biarkan 10 hari.
  2. Sebarkan 250 kg pupuk SP 36 per ha, 350 kg KCL/ha, sebarkan sekaligus.
  3. Berikan 100 kg Urea/ha, berikan 5-10 cm di kiri/kanan tanaman, ditugalkan lalu ditutup.
  4. Benamkan pangkal siung ke permukaan tanah secara tegak lurus sampai % panjang siung.
  5. Tutup bedengan dengan jerami setebal 3-5 cm.
  6. Lakukan pencatatan.

6. Pengairan

Adalah memberikan air bagi tanaman agar kebutuhan air terpenuhi dan membantu penyerapan unsur hara. Air irigasi diberikan hanya untuk menjaga kelembaban tanah.

Pelanksanaan :

  1. Alirkan air dari saluran irigasi ke parit hingga penuh, siram bedengan menggunakan piring seng sampai basah, lakukan 3 kali sehari atau sesuai  kebutuhan. Untuk pengairan dengan sitem leb bila sudah selesai maka air harus segera dibuang.
  2. Lakukan pencatatan

7. Pemupukan susulan dan pembubunan

Adalah memberikan pupuk susulan untuk menambah kebutuhan hara yang dibutuhkan tanaman. Meninggikan guludan, supaya perakaran umbi dapat tumbuh optimal. Pemberian pupuk susulan mengacu pada tepat dosis, cara, waktu dan jenis.

Pelaksanaan :

  1. Persiapkan parit untuk pemupukan sedalam 2-3 cm sejauh 10 cm dari tanaman.
  2. Tavurkan ppuk di parit, 100 kg Urea/ha (15 HST), 100 kg ZA/ha (35 HST), lakukan setelah penyiangan. Lanjutkan dengan pembubunan.
  3. Lakukan penjarangan tanaman bersamaan dengan pembumbunan.
  4. Lakukan Pencatatan.

8. Pemeliharaan Tanaman (penyiangan sanitasi, pengendalian OPT)

Adalah melakukan pembersihan guludan dari gulma dan tanaman sakit, menekan serangan OPT dengan sistem PHT tanpa merusak lingkungan. Dilakukan secara berkala sesuai kebutuhan. Penyiangan dan sanitasi diikuti penanganan sisa gulma atau tanaman sakit.

Pelaksanaan :

  1. Lakukan penyiangan gukma dan tanaman sakit menggunakan kored, lalu dibenamkan/dibakar.
  2. Monitor jenis hama dan penyakit serta keadaan tanaman setiap minggu.
  3. Kendalikan hama dan penyakit dengan menggunakan musuh alami, biopestisida dan pestisida nabati.
  4. Gunakan pestisida sebagai alternatif terakhir dari jenis yang sudah terdaftar/mendapat izin.
  5. Lakukan pencatatan.

9. Penentuan Saat Panen dan Panen

Adalah 1) Melihat keadaan fisik tanaman untuk menentukan saat panen yang tepat agar diperoleh produksi dan mutu umbi yang optimal; 2) Proses mengambil umbi.

Pelaksanaan :

  1. Amati bentuk fisik tanaman, tangkai daun berubah warna menjadi kekuningan dan umbil mulai tampak di permukaan tanah (umur ± 105-110 hari).
  2. Lakukan pemanenan dengan cara mencabut dan mengangkat umbi ke luar.
  3. Lakukan pencatatan.

10. Pasca Panen dan Distribusi

Pasca panen meliputi kegiatan pembersihan, sortasi, grading, penyimpanan, pengemasan (bahan kemasan harus kuat dan aman, isi tidak melebihi kapasitas kemasan, penyimpanan dalam gudang yang sirkulasi udaranya memadai, bersih). Distribusi adalah proses memindahkan umbi dari produsen ke pasar.

Pelaksanaan :

  1. Potong batang yaitu 3 cm dari umbi, potong akar secukupnya.
  2. Jemur umbi menggunakan terpal/alas, selama 3 hari.
  3. Pilih siung yang sudah bersih, lakukan pengkelasan.
  4. Letakkan umbi di para-para di gudang.
  5. Masukkan umbi ke dalam karung atau kemasan sesuai dengan maksud pasar.
  6. Lakukan pengecekan tanggal, lokasi dan jumlah yang hendak dikirim. Siapkan alat transportasi yang memadai.
  7. Lakukan pencatatan

11. Pencatatan

Adalah proses mendokumentasikan seluruh aktivitas dalam buku kerja/buku catatan usaha tani.

Pelaksanaan :

  1. Siapkan buku catatan/buku kerja
  2. Catat seluruh aktivitas kegiatan (waktu, volume, pelaku dan lainnya yang dinilai penting) sebagai bagian dari dokumentasi kegiatan.

Catatan :

  • SOP ini merupakan acuan umum bagi darerah untuk menyusun SOP spesifik lokasi
  • SOP spesifik lokasi disusun bersama oleh petani, petugas teknis, pelaku agribisnis, peneliti dan lainnya.

 

Sumber leaflet 2010. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi : Direktorat Budidaya Tanaman Sayuran & Biofarmaka. Jl. AUP No. 3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520 Telp (021) 7806570, 7817611 e-mail : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.