Kelompok Wanita Tani (KWT) Gowa Diajari Sulap Ayam Kampung Jadi Nugget hingga Sosis Bernilai Jual Tinggi!

Kabar baik datang dari sektor pertanian dan peternakan di Sulawesi Selatan. Balai Besar Perakitan Modernisasi Pertanian Sulawesi Selatan baru saja menggelar pelatihan praktik aneka olahan ayam kampung di Desa Bili-Bili, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa pada 22 September 2026.

Pelatihan ini ditujukan langsung untuk meningkatkan kapasitas anggota Koperasi Maju Sukses Berkah Bersama, khususnya para ibu hebat yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT).

Mengapa Harus Ayam Kampung?

Program ini diinisiasi lewat Program ICARE yang berkomitmen kuat mendorong penguatan kawasan pertanian dan peternakan secara terpadu dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, DR Rika Haryani, M.Si menjelaskan bahwa ayam kampung dipilih karena memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Saat ini, permintaan pasar terus melonjak seiring tingginya kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi pangan yang lebih sehat dan alami.

Kunci Sukses: Mengubah Ayam Hidup Menjadi Produk Siap Olah

Selama ini, tantangan terbesar peternak adalah hilirisasi produk, standarisasi mutu, dan rantai pasok. Melalui pelatihan ini, paradigma lama diubah: dari sekadar menjual ayam hidup, kini menjadi penyedia produk ayam siap olah yang nilai jualnya jauh lebih tinggi.

Untuk masuk ke pasar modern, restoran, hingga katering, tahap pra-pengolahan menjadi kunci utama yang meliputi:

  • Teknik pemotongan ayam yang higienis.
  • Penanganan pasca-panen yang bersih.
  • Teknik pemotongan standar (cutting).

Dari Nugget hingga Sosis: Variasi Olahan yang Diajarkan

Dipandu oleh Rosmida, S.Pi, para peserta tidak hanya mendengarkan teori, tetapi langsung mempraktikkan pembuatan empat produk olahan populer:

  • Sosis
  • Nugget
  • Kaldu Ayam
  • Ayam Ungkep

Karena setiap produk memiliki karakteristik yang berbeda, para anggota KWT diajarkan secara detail mulai dari cara pemilihan bahan baku yang segar, formulasi bahan yang pas, proses pengolahan, sanitasi dan higiene, hingga teknik pengemasan serta penyimpanan produk agar tahan lama.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan produk ayam kampung dari Gowa mampu bersaing di pasar yang lebih luas dan menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi keluarga petani lokal.

(sumber website BRMP Sulawesi Selatan)