Budidaya Kacang Hijau

Teknologi Budidaya

  1. Benih
    Varietas Hasil (t/ha) Umur (hari) Posisi polong Berat 100 biji (g) Sifat Khusus
    Murni 1,5 63 Terkulai 6 Tahan Penyakit Bercak Daun
    Perkutut 1,64 60 Terkulai 5 Tahan penyakit embun tepung, agak tahanpenyakit bercak daun
    Kenari 1,64 60-65 Terkulai 6,7 Agak tahan penyakit bercak daun, toleran penyakit karat
    Sriti 1,58 60-65 Terkulai 6 Toleran penyakit embun tepung
  2. Pengolahan Tanah
    • Pada lahan sawah bekas tanaman padi dan tanam berteksturringan (berpasir) tidak dilakukan pengolahan tanah (TOT) cukup menggunakan herbisida.
    • Pada lahan kering (tegalan) pengolahan tanah dilakukan intensif dibersihkan dari rumput, dicangkul hingga gembur (untuk tanah tegalan yang berat pembajakan dilakukan sedalam 15-20 cm), dibuat petakan 3-4 m.
    • Tanah tegalan bekas tanaman jagung, kedelai atau padi gogo perlu pengolahan tanah minimum.
  3. Penanaman
    • Waktu tanam
      Pada lahan sawah tanaman kacang hijau ditanam pada musim kemarau setelah padi. Sedangkan dilahan tegalan dilakukan pada awal musim hujan.
    • Cara tanam
      Benih ditanam dengan cara ditugal, dengan jarak 40 cm x 10 cm atau 40 cm x 15 cm, tiap lubang diisi 2 biji.
    • Pemberian mulsa jerami sekitar 5 ton/ha agar dapat menekan pertumbuhan gulma, mencegah penguapan air dan perbaikan struktur tanah
  4. Pemupukan
    • Pada tanah yang kurang subur dilakukan pemupukan 45 kg Urea + 45 - 90 kg TSP + 50 kg KCL/ha atau pupuk NPK dengan dosis 100-150 kg/ha.
    • Penambahan pupuk organik seperti pupuk kompos atau pupuk kandang diberikan
  5. Pengairan
    • Tanaman kacang hijau relatif memerlukan air yang sedikit, namun tetap memerlukan pengairan (tidak ada hujan) terutama pada periode kritis yaitu pada waktu perkecambahan, menjelang berbunga dan pembentukan polong
  6. Penyiangan
    • Penyiangan dilakukan seawal mungkin karena kacang hijau tidak tahan bersaing dengan gulma. Penyiangan dilakukan 2 kali pada umur 2 & 4 minggu, tergantung kondisi gulmanya.
  7. Pengendalian Hama dan Penyakit
    • Hama
      • Hama yang sering menyerang adalah Agromyza phaseolli (lalat kacang), Spodoptera sp, Plusia chalsites (ulat) dan Aphis sp
      • Penggunaan varietas unggul yang tahan hama penyakit dapat mengurangi tingkat serangan hama.
      • Penggunaan insektisida dilakukan apabila serangan hama tidak dapat dikendalikan dengan cara biologis.
    • Penyakit
      • Penyakit kacang hijau yang sering ditemui antaralain Scierotium rolfsii, Cercospofa sp (bercak daun)
      • Pengendalian dilakukan dengan menanam varietas yang tahan penyakit atau dengan menggunakan fungisida.
  8. Panen dan Pasca Panen
    1. Panen

      Kacang hijau dipanen sesuai dengan umur varietas

      • Pengendalian dilakukan dengan menanam varietas yang tahan penyakit atau dengan menggunakan fungisida. Tanda-tanda lain bahwa kacang hijau telah siap untuk di panen adalah berubahnya warna polong dari hijau menjadi hitam atau coklat dan kering. Keterlambatan panen dapat mengakibatkan polong pecah saat dilapangan. Panen dapat dilakukan satu, dua atau tiga kali tergantung varietas. Jarak antara panen
        kesatu dan kedua 3-5 hari.
    2. Pasca Panen

      Pengeringan polong dilakukan selama 2-3 hari dibawah sinar matahari. Pembijian dilakukan secara manual yaitu dipukul-pukul dengan tongkat kayu. Sebaiknya didalam kantong atau karung untuk menghindari kehilangan hasil. Pembersihan biji dari kulit polong dilakukan dengan tampi. Sebelum disimpan biji kacang hijau dijemur kembali sampai mencapai kering simpan dengan kadar air 8-10 %.