Budidaya Bawang Merah

Teknologi Budidaya

  1. Bahan Tanam
    • Varietas unggul
    • Bibit telah disimpan kurang lebih 3 bulan dan bebas hama dan penyakit
    • Bila dipotong 1/3 bagian ujung umbi, titik tumbuh berwarna hijau
    • Ukuran umbi sedang (3-4 g/umbi), bernas, kulit, kulit umbi mengkilat dan tidak cacat
    • Kebutuhan benih 0,8-1,2 ton/ha
  2. Persiapan Lahan dan Pengolahan Tanah (tegalan)
    • Tanah diolah sampai kedalaman kurang lebih 30 cm, digemburkan dan sisa tanaman dimusnakan
    • Buat bedengan selebar 100-120 cm dan saluran drainase diantara bedengan sedalam 40-50 cm, lebar 40 cm sebagai jalan
  3. Penanaman
    • Buat jarak tanam pada bedengan 20x15 cm
    • Umbi bibit ditanam tegak dengan membenamkan 2/3 bagian umbi ke dalam tanah
    • Sebelum dan sesudah tanam dilakukan penyiraman
    • Untuk mencegah pembusukan umbi, bibit ditaburkan Dithane M-45 atau abu dapur.
  4. Pemupukan
    • Pupuk P diberikan pada saat tanam atau bersamaan dengan pupuk organik 7-10 hari sebelum tanam dengan dosis 200-300 kg/ha.
    • Pupuk susulan diberikan pada umur 7-10 berupa campuran 100-125 kg/ha urea + 75 kg/ha KCL dan 50 kg/ha ZA diberikan pada larikan disebelah kiri dan kanan tanaman dengan jarak kurang lebih 5 cm dari tanaman Umur 10-15 hst dilakukan penyulaman
    • Pemupukan susulan kedua umur 25-35 hst dengan dosis yang sama pada pemupukan susulan I
  5. Pengairan

    Penyiraman dilakukan pada umur 0-10 hari : 2 kali sehari, pagi dan sore. Pada umur 11-35 hari=1 kali sehari, pagi hari. Umur 36-50 hari = 1 kali sehari, sore hari, 50 hari = 1 kali sehari, pagi dan sore hari. Pengairan dan penyiangan dilakukan 2 x yaitu umur 10-15 hst dan 30-35 hst yaitu sebelum dilakukan pemupukan susulan.

  6. Proteksi Tanaman

    Pengendalian hama penyakit secara terpadu dengan pemantauan sejak tanaman bawang berumur 15 hari dan dilulang 2 x/minggu. Jumlah tanaman contoh 10/rumpun yang ditentukan secara sistematis.

  7. Hama dan Penyakit Tanaman
    1. Ulat Spodoptera Exiqua (Ulat daun bawang)

      Gejala serangan, daun terlihat becak putih transparant, ulat menggerek daun dan masuk kedalamnya, daun terkulai. Pengendalian dengan, mengumpulkan dan memusnakan telur dan larvanya..

    2. Thrips tabacilin

      Gejala serangan terdapat bintik-bintik keputihan pada helai daun yang akhirnya daun menjadi kering. Pengendalian dengan musuh alami : kimbang macam, laba-laba dan capung dan dapat dilakukan penyemprotan dengan Diazion 60 EC (0,2 %), Bayrusul 25 EC (0,2 %, Phovel 300 EC (0,2 %) dimulai pada 7 hst dengan interval 7-15 hari tergantung keadaan.

    3. Penyakit Tepung (Downu mildw) disebabkan Peronospora destructor (beck)

      Gejala serangan daun menjadi kuning keputih-putihan, umumnya terjadi pada curah hujan tinggi dengan suhu udara rendah. Pengendalian dengan fungisida Daconol 75 WP (0,15 %), Benlate (0,2%) dimulai 7 hst dengan interval 7-14 hari tergantung cuaca.

    4. Penyakit bercak ungu (Purple Blotch) disebabkan cendawan Alternaria porri (ell)

      Gejala serangan daun bercak keputih-putihan dan agak mengendap, lama kelamaan berwarna ungu oval, keabu-abuan dan bertepung hitam. Pengendalian dengan fungisida antracol 70 wp (0,15%) Dithane M-45 80 wp (0,15%), Difolatan 4 F (0,2%, Vandozeb (0,2%).

    5. Penyakit busuk umbi penyebabnya cendawan Botrytis allii munn

      Gejala serangan merusak umbi baik diladang dan gudang penyimpanan terutama pada cuaca lembab. Pengendalian dengan mengembangkan segera setelah panen melalui aliran udara kering pada suhu 37-48O C atau dengan fungisida Dithane M-45 80 wp (0,15%), captan 0,3 %.

    6. Penyakit mati pucuk disebabkan Phytopthora porri dan penyakit bercak daun cendawan Cerosphora

      Gejala serangan terdapat bintik-bintik kuning pada ujung daun, kemudian meluas ke bawah hingga ujung daun kering, mati dan melilit. Pengendalian dengan fungisida maneb 0,2 %, Dithane M-450,2 %.

    7. Nematoda akar (Ditylenchus dipsaci)

      Gejala pertumbuhan tanaman kerdil dan tidak mampu membentuk umbi, pengendalian dengan fungisida Furadan 3 6  20-80 kh/ha.

    8. Layu Fusarium

      Gejala tanaman kurus kekeringan dan busuk pangkal

  8. Panen

    Bawang konsumsi dipanen bila tanaman sudah rebah dan terjadi perubahan warna daun menjadi kuning kurang lebih 60-70% kira-kira umur 60-75 hari pada dataran tinggi. Bawang untuk bibit, bila kerebahan daun > 90 %, kira-kira 65-70 hari pada dataran rendah dan 80-90 hari pada dataran tinggi.