Pengadaan bibit secara massal

Pengadaan bibit secara massal pada berbagai jenis tanaman melalui kultur jaringan

Bibit merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan keberhasilan usaha dibidang pertanian. Pengembangan pertanian saat ini memerlukan bibit dalam jumlah banyak, bibit yang bermutu yang dapat bersaing di pasar global. Bibit unggul yang dihasilkan pemulia jumlahnya sangat terbatas. Untuk mengembangkan bibit tersebut secara cepat dan banyak sulit dipenuhi melalui perbanyakan secara konvesional. Kultur jaringan selama dekade terakhir ini terbukti dapat memperbanyak bibit dalam jumlah yang tidak terbatas pada berbagai jenis tanaman. Menyadari pentingnya penguasaan teknologi kultur jaringan maka BB-Biogen telah lama mempelajari perbanyakan bibit benih secara vegetatif maupun generatif pada tanaman buah, tanaman hias, tanaman hutan, tanaman obat, tanaman industri, dan tanaman pangan.

Pengadaan bibit secara massal

Keuntungan perbanyakan bibit melalui kultur jaringan antara lain :

  • Tidak tergantung musim
  • Untuk pembibitan memerlukan areal yang tidak terlalu luas
  • Dapat diperbanyak setiap waktu, seragam, dan dapat menghasilkan bibit dalam jumlah yang tidak terbatas
  • Bebas dari gangguan hama penyakit
  • Dengan teknologi tertentu bibit yang dihasilkan dapat bebas penyakit terutama virus
  • Mudah dalam pertukaran bibit antar kota mapun antar negara

Salah satu kendala dalam pemanfaatan kultur jaringan antara lain harga bibit yang relatif lebih mahal dan tidak kompetitif dibandingkan bibit yang dihasilkan secara konvesioanl. Namun saat ini BB-Biogen sedang meneliti berbagai faktof yang dapat menekan biaya produksi yang tinggi dengan memodifikasi media tumbuh, lingkungan fisik, dan lain sebagainya.

Berbagai tanaman yang telah diperbanyak melalui kultur jaringan antara lain :

  1. Tanaman buah : manggis, pisang, jeruk, pepaya, sukun, nanas, belimbing
  2. Tanaman hias : caspea, gerbera, krisan, mawar, anturium, lili, anggrek
  3. Tanaman industri : Nilam, menta, panili, lada, abaka
  4. Tanaman obat : purwoceng, pulai, pule pandak, bidara upas, jahe, kunyit putih, temu mangga, Anectochilus taiwanensis, daun dewa, kisariawan, pulasari, tangguh, kolesom, inggu, temu putih
  5. Tanaman hutan : jati, cendana, panggal buaya, gaharu
  6. Tanaman pangan : ubi kayu, ubui jalar, ubi kelapa, kentang hitam, talas, gembili

Tanaman yang telah diperbanyak melalui kultur jaringan kemudian diaklimatisasi di rumah kaca atau pembibitan. Aklimatisasi dilakukan dengan penurunan kelembabab scara bertahap dengan penyungkupan memakai gelas plastik atau kantong plastik.

Tanaman hasil kultur jaringan tersebut sebagian besar sudah ditanam di lapang dan pertumbuhannya sabngat baik, seragam serta secara motfologi tidak berbeda dengan tanaman hasil perbanyakan secara konvesional. Bahkan pertumbuhannya setelah ditanam di lapang umumnya lebih baik. Misalnya pada tanaman abaka, tanaman hasil kultur jaringan lebih tinggi, lebih tegar dengan anakan yang banyak serta produksi serat yang lebih banyak, lebih panjang serta umur berbungan lebih lambat.

Info lebih lanjut hubungi : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian. Jl. Tentara Pelajar 3A, Bogor 16111. Telp. (021) 8339793, Faks. (021) 833820. website http://biogen.litbang.pertanian.go.id/