Staf Ahli Khusus Kementan: Pandemi Covid, Aktifkan Imajinasi Public Agar Masyarakat Merasakan dan Menikmati Apa yang telah kita hasilkan

Imam Mujahidin Fahmid

Wabah Covid yang melanda dunia, khususnya di Indonesia, merupakan topik yang masi saja ramai diperbincangkan diberbagai media social. Namun, hal ini tidak menyurutkan aktivitas Kementerian Pertanian dalam mengambil peran menggaungkan dan menyelesaikan program program strategis yang telah dicanangkan.

Kementan, dalam menyikap pandemi Covid-19, mempunyai karakter tersendiri dalam melaksanakan perannya.

Staf Ahli Kementerian Pertanian Prof. Dr. Imam Mujahidin Fahmid, mengamati bahwa Setiap era, setip zaman, setiap orde mempunyai karakter tersendiri dalam malakukan visi lembaga berdasarkan situasi adaptif yang paling akhir.

Pandemi covid merestruktur semua bidang yang ada, dan disisi lain, khususnya di Kementan kita diminta untuk menaikan target. Salah satunya pilar yang paling kuat untuk menyelematkan situasi covid adalah pertanian. Dan, ini sudah mendapat pengakuan orang lain, salah satunya dari Duta Filiphina yang telah mengapresiasi kerja Kementerian Pertanian RI.

Selanjutnya, saat berada di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Selatan, Prof Iman, yang didampingi oleh Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. Ir.Fadjry Djufry,M.Si mengatakan bahwa, tugas utama BPTP adalah Diseminasi dan Teknologi. Inti dari teknologi adalah inovasi. Inovasi harus direkornais oleh Publik, dan harus terorganisasi yakni dikenali, dinikmati dan dirasakan. Ini sangat penting sekali.

Olehnya itu, tugasnya kita adalah mengaktifkan imajinasi public agar masyarakat merasakan dan menikmati apa yang telah kita hasilkan, ungkap Prof Iman.

Dengan keberadaan SDM yang dimiliki, kita harus mengajari pembangunan itu bukan lagi pembangunan yang sifatnya Top Down kepada masyarakat, misalnya pembagian alsintan, benih, pupuk dan lain lain, namun kita harus berhasil menghidupkan spirit masyarakat untuk bertani tidak dengan bantuan pemerintah.

Lanjut dikatakan bahwa, Teknologi yang berkembang saat ini, yang dilakukan harus memiliki capaian output, outcome dan benefit untuk sosial masyarakat. Kegiatan yang dilaksanakan harus punya dampak, kinerja kita harus terukur di masyarakat, demikian diungkapkan Prof Iman saat melakukan kunjungan kerja pada Minggu (13/4/2020), di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Selatan.