Antraks

Apa yang kita ketahui tentang : ANTRAKS Penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia

Apakah Antraks itu ?

Antraks (anthrax) adalah penyakit infeksius dan menular pada hewan yang disebabkan oleh bakteri Bacillus antharacis yang membentuk spora. Penyakit ini dapat ditularkan dari hewan penderita ke manusia, sehingga digolongkan sebagai penyakit zoonosa atau zoonosis.

Spora pada bakteri berfungsi sebagai alat perlindungan bakteri tersebut dari pengaruh lingkungan yang tidak sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangbiaknya. Spora bakteri antraks dapat ditemukan pada tanah, bulu, wol, kulit, debu, tepung tulang. Spora tersebut dapat bertahan selama 60 tahun di dalam tanah kering.

Di Indonesia pertama kali ditemukan di Teluk Betung, pada tahun 1984. Daerah endemis Antraks yang sering terjadi kasus adalah Jawa Barat (Bogor, Purwakarta), Jawa Tengah (Boyolali), NTB, NTT dan DI Yogyakarta (Sleman), Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, Lampung, Jambi, Sumatera Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah.

Antraks digolongkan sebagai zoonosis yang strategis karena :

  • ¬†Berpengaruh terhadap kesehatan manusia dan ketentraman bathin masyarakat;
  • Berpengaruh terhadap Sosio-Politik dan kemanan Negara;
  • Berdampak negatif terhadap perekonomian dan perdagangan Nasional/Internasional

Hewan Apa yang Dapat Terserang ?

Antraks dapat menyebabkan hewan berdarah panas seperti pemamah biak atau ruminansia (kambing, domba, sapi, kerbau), rusa, kuda, babi hutan, burung onta dan satwa liar.

Bagaimana Manusia Dapat Tertular Antraks ?

Manusia dapat tertular Antraks melalui :

  1. Kontak antara luka pada kulit dan hewan atau produk hewan yang mengandung spora bakteri antraks (agricultural antrhrax)
  2. Saluran pernapasan akibat terhirupnya spora bakteri antraks ke dalam saluran pernapasan saat menangani produk hewan seperti kulit, bulu dan wol yang mengandung spora (industrial anthrax)
  3. Saluran pencernaan akibat memakan pangan asal hewan yang mengandung spora bakteri Antraks.

bagaimana manusia dapat tertular antraks

Bagaimana Gejala Penyakit Pada Hewan ?

  • Gejala yang bersifat perakut (sangat cepat) terjadi sangat mendadak dan segera diikuti kematian. Gejala berupa sesak napas, gemetar kemudian hewan rebah. Kadang terdapat gejala kejang. Pada sapi, kambing dan domba mungkin terjadi kematian yang mendadak tanpa menunjukkan gejala penyakit terlebih dahulu.
  • Gejala yang bersifat akut (cepat) pada sapi, kambing, domba dan kuda antara lain demam (suhu tubuh dapat mencapai 41,5o C), gelisah, sesak nafas, kejang dan diikuti dengan kematian. Kadang sesaat sebelum kematian keluar darah berwarna kehitaman yang tidak membeku dari lubang-lubang kumlah (lubang hidung, mulut, telinga, anus dan alat kelamin). Pada kuda dapat terjadi nyeri perut (kolik), diare berdarah, bengkak daerah leher, dada, perut bagian bawah dan alat kelamin bagian luar.

Bagaimana Gejala Penyakit Pada Manusia ?

Gejala klinis pada manusia terdapat 3 (tiga) bentuk, yaitu (1) bentuk kulit (kutan), (2) bentuk pernapasan, dan (3) bentuk pencernaan (gastrointestinal)

  1. Bentuk kulit
    • Bersifat local, timbul bungkul merah pucat (karbungkel) yang berkembang jadi kehitaman dengan cairan bening berwarna merah. Bungkul dapat pecah dan terjadi koreng. Bungkul berikutnya muncul disekitarnya. Jaringan di sekitar bungkul tegang, bengkak dengan warna merah tua pada kulit sekitarnya.
    • jika tidak diobati, penyakit akan berlanjut lebih parah dan dapat menyebabkan kematian (akibat septicornia)
    • gejala penyakit antraks pada manusia
  2. Bentuk Pernapasan
    • sesaf nafas di daerah dada, batuk.
    • demam (tidak terlalu tinggi)
    • dapat meyebabkan kematian jika penderita kekurangan oksigen akibat sesak nafas yang hebat (dyspnoe disertai sianosis)
  3. Bentuk Pencernaan
    • nyeri dibagian perut
    • demam
    • jika tidak diobati, dapat menyebabkan kematian (akibat septicomia)

Bagaimana Cara Penanggulangan Antraks ?

  1. Penyembelihan hewan dilaksanakan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) resmi dibawah pengawasan Pemerintah.
  2. Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan hewan sebelum penyembelihan atau pemeriksaan antemortem dan pemeriksaan kesehatan daging/karkas, jeroan dan kepala setelah penyembelihan atau pemeriksaan postmortem oleh dokter hewan atau paramedis kesehatan hewan di bawah pengawasan dokter hewan pada proses penyembelhan hewan.
  3. Hewan yang demam tinggi dan sakit jangan disembelih. Hanya hewan yang sehat (berdasarkan pemeriksaan antemortem) yang boleh disembelih terutama di daerah endemis Antraks.
  4. Hewan penderita Antraks harus diisolasi, tidak kontak dengan hewan sehat lainnya, ditangani dan diawasi oleh dokter hewan atau paramedis kesehatan atau petugas yang berwenang. Peralatan dan kandang yang kontak dengan hewan sakit harus didesinfeksi.
  5. Hewan penderita Antraks dilarang disembelih.
  6. Hewan yang mati karena Antraks harus segera dimusnahkan dengan cara membakar atau dikubur dalam-dalam. Seluruh peralatan dan kandang dimusnahkan (dibakar) atau didesinfeksi.
  7. Orang yang kontak dengan hewan sakit dan hewan yang mati akibat Antraks harus benar-benar memperhatikan hygiene pribadi dan sanitasi lingkungan.

Apakah Peran Masyarakat ?

Peran dan kepedulian masyarakat dalam pengendalian dan penanggulangan Antraks sangat penting. Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh masyarakat antara lain :

  1. Peternak mengawasi kondisi kesehatan hewannya. Di daerah endemis, ternak perlu divaksinasi secara rutin.
  2. Masyarakat melaporkan kepada petugas Dinas Peternakan atau Dinas yang membidangi fungsi Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) jika mengetahui ada hewan penderita Antraks dan pemotongan hewan di luar RPH, terutama jika diketahui adanya penyembelihan hewan sakit atau demam tinggi.
  3. Pembentukan kader masyarakat untuk berpartisipasi dan melaksanakan pengawasan penyembelihan hewan.

 

Leaflet 2007

Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi : Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner Direktorat Jenderal Peternakan Departemen Pertanian Jl. Harsono RM. no. 3 Gd. C Lt. 8 Jakarta Tel./Faks (021) 7815780, 7827466