PTT Padi Gogo

Penerapan Komponen Teknologi PTT pada Tanaman Padi Gogo

    1. Sistem Tanam & Penggunaan Varietas Unggul

Varietas unggul mempunyai ciri-ciri: (1) dapat beradaptasi terhadap iklim dan jenis tanah setempat, (2)cita rasa nasi disenangi dan memiliki harga yang tinggi di pasar lokal,(3) mempunyai potensi hasiltinggi , (4) tahan terhadap hama dan penyakit dan (5)tahan rebah. Sejak tahun 1960 telah berhasil dilepas sebanyak 30 varietas dengan beberapa sifat keunggulannya. Untuk Sulawesi Selatan direkomendasikan menggunakan varietas Cirata dan Way Rarem (50 kg/halabel biru). Penanaman sebaiknya menggunakan sistem jajar legowo dengan jarak (30x20x10)cm. Dibantu alat semacam caplakan untuk padi sawah.

    1. Pemupukan Berimbang

Tingkat kesuburan lahan kering umumnya lebih kurus dibanding lahan sawah, yang dicirikan dengan kandungan bahan organik dan hara NPK rendah. Selainitu kandungan aluminium tinggi, pH rendah serta keracunan Fe dan Al. Oleh karena itu diperlukan suplai hara dalam jumlah dan variasi yang lebih banyak. Agar lebih efektif dan efisien, penggunaan pupuk disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan ketersediaan hara dalam tanah.

Rekomendasi pemupukan untuk Padi Gogo Sulawesi Selatan adalah sebagai berikut :

Urea : 150 kg/ha
TSP/SP36 : 100 kg/ha
KCl : 50 kg/ha
PPC : 1 l/ha

  1. Pemeliharaan Tanaman

    Sama seperti pertanaman padi sawah, padi gogo juga banyak gangguan biotik dan abiotiknya. Gangguan abiotik untuk padi gogo lebih menonjol seperti kekurangan air dan tingkat ketersediaan hara dan fisik tanah yang kurang menunjang. Pola sebaran curah hujan perlu dicermati benar dan pemilihan varietas umur pendek juga harus dipertimbangkan terutama untuk daerah yang memiliki bulan basah berurutan yang pendek. Padi Gogo memerlukan bulan basah (min. 200 mm) berurutan minimal 4 bulan. Selain itu gangguan OPT juga menjadi masalah dalam pertanaman padi gogo.

    Gangguan biotik berupa serangan hama dan penyakit, yang cukup menonjol pada awal pertumbuhan sampai menjelang panen. Pada fase vegetatif,hama yang sering menyerang adalah lalat bibit, penggerek batang dan hamalundi. Pada pertumbuhan lebih lanjut, hama penggerek batang dan pemakan/penggulung daun juga sering menyerang. Jika lokasi berdekatan dengan lahan sawah juga ada kemungkinan hama wereng coklat dan wereng hijau penular penyakit tungro juga menyerang. Bila tanaman sudah keluar malai, hama kepik hijau dan walang sangit juga sering menyerang pertanaman.

    Selain hama, penyakit utama padi gogo adalah penyakit blas yang disebabkan oleh jamur Pyricularia grisea. Untuk mengatasi gangguan hama dan penyakit, maka untuk penyakit blas perlu dipilih varietas yang tahan dan sistem multi varietas (mozaik) agar penyebaran dalam waktu singkat dapat dikurangi. Sedangkan untuk mengurangi serangan hama, perlu melakukan monitoring agar keberadaan hama dapat diketahui sejak dini dan bila perlu dilakukan pengendalian dengan aplikasi pestisida sebagai alternatif terakhir.

  2. Panen dan Pasca Panen

Panen dapat dilakukan bila sudah melebihi umur masak fisiologi atau lebih dari 95% gabah telah menguning. Tanaman padi gogo dapat dipanen pada umur 115 - 125 hari tergantung varietasnya, sedangkan varietas lokal ada yang berumur lebih dari 5 bulan.

Cara panen varietas unggul, biasanya sistem babat bawah. Hasil panen kemudian dijemur langsung di ladang atau dibawah ke rumah sebanyak 2 kali. Pengepakan menggunakan karung goni.