Teknik Berkebun Anggur

PENDAHULUAN

Teknik Berkebun Anggur

Bertambahnya penduduk Indonesia dan semakin tingginya kesadaran masyarakat akan arti gizi menyebabkan makin tingginya kebutuhan buah-buahan termasuk anggur.

Anggur (Vitis sp.) merupakan salah satu buah-buahan bernilai tinggi. Tanaman anggur bukan asli Indonesia tetapi tanaman introduksi yang sudah beradaptasi.

Masyarakat Indonesia telah lama mengenal tanaman anggur, tetapi karena daerah penyebaran pertanamannya masih belum merata yang menyebabkan baru sebagian kecil dari penduduk yang dapat mengkonsumsinya. Hal ini memberi kesempatan yang luas untuk dapat ditingkatkan produksinya sehingga diharapkan berperan dalam meningkatkan pendapatan petani anggur serta mendukung perkembangan industri dan mengurangi import buah.

Rendahnya produksi maupun mutu buah anggur Indonesia terutama disebabkan belum melaksanakan inovasi teknologi produksi antara lain pemupukan, pemeliharaan, pemberantasan hama dan penyakit dan penanganan panen.

SYARAT TUMBUH

Tanaman anggur membutuhkan kondisi tanah dan iklim tertentu agar dapat tumbuh dan berproduksi yang baik.

Tanaman anggur menghendaki tanah yang subur dan sarang, karena tidak tahan air yang menggenang. Umumnya menghendaki daerah yang beriklim panas sampai sedang, dengan musim kemarau yang panjang yaitu 4-7 bulan. Tinggi air tanah tidak boleh kurang dari 1 meter dari permukaan tanah dan pH tanahnya antara 6,5 - 7 Curah hujan rata-rata yang diperlukan ± 800 mm/tahun.

JENIS-JENIS ANGGUR

Anggur yang banyak ditanam di Indonesia termasuk golongan Vitis vinifera dan Vitis labrusca. Selama ini telah dilepas 5 varietas anggur secara resmi yaitu varietas Bali, Probolinggo Biru 81, Probolinggo Super, Kediri Kuning, dan Prabu Bestari. Dari hasil evaluasi plasma nutfah di Kebun Percobaan Banjarsari menghasilkan beberapa varietas harapan seperti : White Malaga, M. Xamgypt, Caroline Blasck Rose, Muscato D'Adda, MS 23-7, dan MU 7-58. Untuk dapat dilepas sebagai varietas harapan harus mampu menunjukkan daya adaptasi yang luas di berbagai zona agro ekologi serta mempunyai sifat yang mantap.

CARA BERCOCOK TANAM ANGGUR

Persiapan Tanah dan Lubang

Bibit merupakan salah satu modal dasar penentu tinggi rendahnya produksi. Bibit anggur ini pada umumnya didapat dari hasil perbanyakan secara vegetatif yaitu melalui stek cabang. Bibit anggur ini dapat dipindahkan ke lapang umur 1,5 - 2 bulan. Bibit ini disiapkan akhir musim hujan sehingga penanaman di lapang diperkirakan pada awal musim kemarau. Sebelum penanaman, lahan dipersiapkan lebih dahulu. Jarak tanam 4 x 5 m atau 3 x 3 m. Lubang tanam 60 x 60 x 60 cm.

Pemeliharaan Tanaman

Pemeliharaan tanaman sangat penting artinya, karena hal ini berpengaruh terhadap produksi baik secara kuantitas maupun kualitas.

Pengairan

Pemberian air dilakukan sejak tanaman masih kecil sampai saat tanaman akan dipangkas maupun setelah pemupukan. Pemberian air dihentikan pada saat buah sudah mulai tua.

Pemupukan

Tanaman Muda (sebelum 1 tahun)

Pemberian pupuk dengan cara ditaburkan pada alur yang dibuat melingkar ± 10 cm dari pangkal batang.

Dosis dan waktunya sbb :

Umur (bln) Urea (gr/ph) Interval (hr)
0,5-1 10 10
3-6 15 15
6-12 50 30

Sedangkan pemberian pupuk kandang diulangi pada umur 6 bulan dan umur 1 tahun sebanyak 5 kaleng liter minyak ukuran 20 liter

Tanaman Dewasa (sesudah 1 tahun)

Bila tanaman berumur 1 tahun, menjelang pemangkasan pembuahan ke 1 tanaman diberi pupuk lengkap, yaitu :

Tahun Urea (g) TSP (g) KCL (g)
Ke 1 100 80 100
Ke 2 150 120 150
Ke 3 225 180 225
Ke 4 337.5 270 337.5
Ke 5 600 375 450

Untuk tahun berikutnya dapat diberikan seperti tahun ke 5

Pemupukan diberikan disesuaikan dengan kondisi tanah, umur tanaman dan iklim.

Cara pemberian pupuk : untuk P & K diberikan 10 hari sebelum pemangkasan, sedangkan N diberikan 5 hari sebelum pangkas. Bila pH tanah kurang dari 5.5 dapat diberi Dolomit.

Pemangkasan

Pemangkasan Vegetatif (Pangkas Bentuk/Frame)

Bertujuan untuk memperoleh cabang dan ranting yang subur dan sehat dalam jumlah banyak serta untuk pembentukan kerangka dasar tanaman sesuai sistem pembentukan pohon yang diinginkan. Dalm hal ini yang dilakukan hanya pemotongan cabang tanpa perontokan daun.

Pemangkasan Generatif

Bertujuan untuk memperoleh cabang dan ranting pembuahan

Pemangkasan dilakukan :

Ke 1 bulan April / Mei

Ke 2 bulan Agustus / September

Ke 3 bulan Desember / Januari

Biasanya pangkasan ke-3 ini sering gagal, karena sewaktu bunga keluar banyak yang rusak karena hujan, sehingga persarian gagal. Dalam pelaksanaan semua daun harus dibuang, sehingga yang tersisa hanya cabang produksi.

Pemangkasan dapat dilakukan dengan pangkas pendek (kurang dari 4 mata), pangkasan sedang (disisaskan 4 -6 mata), sedangkan pangkas panjang (disisakan lebih dari 6 mata).

Penjarangan Buah

bertujuan untuk mendapatkan kualitas buah yang baik. Penjarangan ke 1 pada saat buah sebesar kedelai ± 40%. Penjarangan ke 2 pada saat buah sebesar jagung ± 20 - 25%.

Pemanenan.

Penentuan panen berpengaruh terhadap kualitas buah. Penentuan umur panen tergantung iklim dan varietas. Pada umumnya umur 100 - 105 hari setelah pangkas. Pemanenan disarankan dilakukan pada pagi hari.

 HAMA DAN PENYAKIT

Downy Mildew (Embun Berbulu)

Pada bagian bawah daun terdapat semacam tepung tebal berwarna putih yang merupakan kumpulan miselium dan spora.

Pencegahan dapat dilakukan :

  • Mekanisme : membuang dan membakar daun yang terserang.
  • Pemberian fungisida : Antacol, Cubox, Prufit. Penyemprotan dihentikan 15 hari sebelum panen.
  • Pemakaian atap plastik pada musim penghujan.

Powder Mildew ( Embun Tepung)

Penyebab cendawan Uncinula necator / Oidium sp. Pada bagian atas daun tampak seperti tepung putih keabu-abuan.

Pencegahan :

  • Memakai fungisida seperti Benlate, Delsane.

Karat Daun

Penyebab cendawan Phakopspora vitis sp. Pada bagian bawah daun tua terdapat tepung berwarna kuning orange.

Pencegahan :

  • Memakai Baylenot, Ditane.

Hama yang sering menggangu :

Rayap. Sering menyerang tanaman dewasa di lapang dan bibit.

Belalang, Ulat Daun dan Kumbang. Merusak daun-daun baik daun muda maupun daun tua.

 

Sumber leaflet 2007. Disusun oleh : Ir. Erni Budiyati dan Anis Andrini, SP. BALITJESTRO. Jl. Raya Tlekung 1, Batu (65301) Kotak Pos 22 Batu. Tlp (0341) 592683 - Fax (0341) 593047