Jagung Putih - Varietas Unggul Jagung Putih

Article Index

Varietas Unggul Jagung Putih

Bima Putih 1 (2012)

Varietas Bima Putih 1
Bima Putih 1

Bima Putih-1 merupakan hibrida saling tunggal yang didapatkan dari hasil persilangan CML140xCML264Q yang mana merupakan galur elit yang mempunyai kualitas protein yang lebih tinggi dibandingkan jagung putih pada umumnya. Galur elit tersebut diperoleh dari Pusat penelitian Jagung dan Gandum International (CIMMYT). Bima Putih 1 dapat berproduksi 10,5 t/ha. Bima Putih-1 memiliki penampilan tanaman yang besar dan kuat, perakaran yang baik sehingga tahan rebah.

Kelobot menutup tongkol dengan baik. Tipe biji Semi Mutiara, baris biji lurus dan rapat, warna biji putih, jumlah baris/tongkol 14-16. Bobot 1000 biji ± 264 g. Kelebihan lain dari varietas ini adalah umurnya yang tergolong  genjah yaitu 98 hari dan Stay green, yaitu warna batang dan daun diatas tongkol masih hijau saat biji sudah masak/waktu untuk panen.

 Bima Putih 2 (2012)

Varietas Bima Putih 2
Bima Putih 2

Bima Putih-2 merupakan hibrida silah tunggal yang diperoleh dari persilangan galur CML143 x CML264Q. CML143 sebagai induk betina dan CML264Q sebagai induk jantan. Bentuk tongkol panjang silindris, kedudukan tongkol di pertengahan tanaman. Kelobot menutup tongkol dengan baik. Tipe biji Semi Mutiara, baris biji lurus dan rapat, warna biji putih, jumlah baris/tongkol 14-16. Bobot 1000 biji ± 313 g. Kelebihan lain dari varietas ini adalah  Stay green dengan perkiraan umum panen 100 hari. Bima Putih-2 mempunyai Kandungan asam amino esensial lebih tinggi dibandingkan pendahulunya sehingga dapat dijadikan bahan subtitusi beras sampai 70%.

Anoman (2006)

varietas anoman
Anoman

Anoman adalah jagung komposit yang diperoleh dari hasil persilangan galur CIMMYT toleran kekeringan, Tuxpeno Sequia. Sebelum dilepas, jagung ini di uji adaptasi agar sesuai dengan karakteristik wilayah Indonesia. Varietas Anoman di rilis pada Tahun 2006. Kelebihan varietas ini, selain tahan kekeringan, rasanya juga enak/agak pulen.

Potensi hasil adalah 6,5 t/ha dengan perkiraan umur panen antara 105-110 hari. Warna biji putih  dan berbentuk gigi kuda. Tinggi tanaman berkisar 160 cm dengan perakaran yang cukup kokoh. Bobot 1000 biji adalah 320 gr. Namun demikian, walaupun agak tahan terhadap penyakit bercak dan karat daun namun jagung ini sedikit rentan terhadap bulai. Varietas ini cocok dkembangkan pada daerah yang mengkonsumsi nasi jagung seperti NTT, NTB, Jateng, Gorontalo, Sulut, Sulsel dan DIY.

Srikandi Putih (2004)

Jagung Putih Srikandi putih
Srikandi Putih

Sikandi Putih merupakan jagung komposit putih pertama yang dilepas Badan Litbang Pertanian. Jagung ini didapatkan dari hasil persilangan 8 inbrida asal CIMMYT dan telah diadaptasi dengan lingkungan tropis. Potensi hasil jagung ini mencapai 8 ton/ha. Kelobot tertutup sempurna dengan tipe biji semi mutiara. Perkiraan waktu masak fisiologis berkisar antara 105-110 hari. Endosperm biji mengandung 10,44% protein dengan persentase lisin dan triptofan masing-masing 0,41% dan 0,09% atau dua kali lebih tinggi dari jagung pada umumnya.

Namun demikian, jagung QPM (Protein Berkualitas Tinggi) ini tergolong yang mempunyai gen resesif alias hanya bisa kawin atau saling mnyerbuk diantara sesamanya, sehingga untuk mempertahankan sifat QPM nya, diperlukan pengaturan waktu tanam (21 hari) atau jarak tanam (>300 m) dari pertanaman jagung yang bukan QPM.